Kunjungan Jokowi ke Australia Tak Bahas Kerja Sama Militer

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Rabu, 22 Feb 2017 04:05 WIB
Foto: Setpres/Cahyo
Jakarta - Beberapa waktu lalu kerja sama latihan militer antara Indonesia dan Australia sempat terganggu akibat adanya materi yang berisi plesetan 'pancagila'. Namun isu ini tak mempengaruhi rencana kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Australia akhir pekan ini.

"Sebenarnya itu lebih ditanyakan ke Pak Gatot (Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, red) karena militer to militer. Kedatangan KSAD mereka ke sini dan sudah menjelaskan segala sesuatunya, mereka kan perlu review soal pelaksanaan pelatihan yang juga melibatkan kita," kata Wamenlu AM Fachir di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (21/2/2017).

Pihak Australia juga tengah meninjau kasus yang terjadi pada awal 2017. Tetapi hal ini tak akan dibahas secara khusus dalam kunjungan Jokowi.

"Ini jadi pekerjaan kedua belah pihak bagaimana meningkatkan kerja sama militer. Tapi, lagi-lagi, ini domain militer saja. Kalau Kemlu, ya, kami akan memberikan pertimbangan-pertimbangan bilateralnya," ungkap Fachir.

Jokowi akan bertolak ke Australia pada Sabtu (25/2) mendatang. Kunjungan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang, terutama ekonomi. (bag/elz)