"Anak saya supaya diselamatkan, supaya jangan sampai dikasih hukuman," kata ayah Aisyah, Asria, kepada wartawan di Serang, Selasa (21/2/2017).
Pengajian dan doa bersama warga Kampung Ranca Sumur direncanakan digelar selama tujuh hari berturut-turut sehabis isya. Menurut Asria, doa bersama dilakukan atas inisiatif warga yang peduli atas keselamatan anaknya di Malaysia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asria, ayah Siti Aisyah (Bahtiar Rifai/detikcom) |
Hingga saat ini, keluarga di Serang masih berharap agar pemerintah Indonesia membantu dipertemukan dengan Aisyah di Malaysia. Keluarga ingin mendoakan dan memberikan pesan agar Aisyah tetap rajin salat dan berdoa.
"Saya mah gimana yang di atas saja. Kalau yang pimpinan di atas ngajak, siap. Pingin ngelihat kondisinya sehat. Biar rajin salat. Berserah diri sama Allah," katanya.
Aisyah ditangkap terkait dengan pembunuhan Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un pada Senin (13/2) pagi di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA). Polisi Malaysia menyebut Aisyah terekam kamera CCTV di lokasi kejadian.
Dia ditangkap dalam penggerebekan yang dilakukan kepolisian Malaysia di Hotel Ampang, Kuala Lumpur, pada Kamis (16/2) pukul 02.00 waktu setempat.
Dari dalam kamar itu, polisi menemukan sejumlah uang tunai dalam bentuk mata uang asing, termasuk tiga lembar uang dolar Amerika Serikat pecahan USD 100.
Selain Aisyah, ada tiga orang yang ditangkap, yakni wanita Vietnam bernama Doan Thi Huong (28), pria Korut bernama Ri Jong-Chol (47), dan pria Malaysia bernama Muhammad Farid Jalaluddin (26).
Sedangkan tujuh orang lainnya masih diburu kepolisian. Dari tujuh orang itu, empat di antaranya disebut kepolisian telah meninggalkan Malaysia pada hari yang sama setelah serangan terhadap Jong-Nam terjadi di KLIA. (bri/fdn)












































Asria, ayah Siti Aisyah (Bahtiar Rifai/detikcom)