"Untuk kunjungan Bapak Presiden ke Australia, yang kita kedepankan adalah bagaimana memperkuat hubungan negara bertetangga yang saling menguntungkan dan menghormati. Karena itu, pendekatan people to people itu juga penting," kata Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir dalam konferensi pers di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (21/2/2017).
Indonesia akan meningkatkan kerja sama dengan Australia dalam kunjungan ini. Terlebih ketika peminat bahasa Indonesia di Australia saat ini terbilang banyak.
"Bahwa peminat bahasa Indonesia sangat tinggi. Sekarang tercatat, sekitar 160 ribu orang Australia belajar bahasa Indonesia. Jadi ini juga menjadi upaya kita, menjadi aset kita, untuk kita berdayakan tentunya dalam upaya meningkatkan kerja sama," ujar Fachir.
Potensi ini dapat dijadikan sebagai cara untuk meningkatkan minat wisatawan Australia ke Indonesia. Selain pendekatan people to people, kerja sama ekonomi juga akan dikedepankan.
"Kunjungan Presiden ke Australia bersifat kunjungan kenegaraan. Karena itu, beliau di sana nanti diterima secara resmi oleh gubernur jenderal. Jadi nanti Bapak Presiden didampingi sejumlah menteri mengadakan pertemuan dengan PM Australia, yang juga didampingi oleh sejumlah menteri. Di samping itu tentu ada business meeting," tutur Fachir. (bpn/fdn)











































