"Sementara hasil sampai kemarin Banten, Yogya, Salatiga, kemudian Sulbar. Kalau Sulbar kita yang di-MK-kan, (karena) ini menang tipis," ujar Ketua Bidang Hukum PDIP Trimedya Panjaitan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/2/2017).
PDIP kalah tipis di Pilgub Banten dengan pasangan yang diusung Rano Karno-Embay Mulya Syarief. Sementara di Pilwalkot Yogya, pasangan yang diusung PDIP juga kalah dari pasangan Haryadi Suyuti-Heroe Poerwadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pilkada serentak pada 15 Februari lalu, PDIP mengalami kekalahan di 44 daerah. Dari 101 provinsi, kabupaten, dan kota yang menggelar pilkada, partai berlambang banteng moncong putih itu menang di 57 daerah.
Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira mengatakan ada dua faktor yang menyebabkan kader banteng moncong putih kalah. Faktor kekalahan, menurutnya, disebabkan oleh faktor internal dan eksternal.
"Faktor internal antara lain kesiapan kandidat untuk fight, seperti logistik yang terbatas, kurang rekatnya kandidat dengan struktur dan kader partai sehingga mesin partai tidak maksimal. Faktor eksternal antara lain kecurangan oleh kandidat lawan, atau maladministrasi penyelenggara pemilu," ujar Andreas melalui pesan singkat, Senin (20/2).
Data yang dikutip detikcom dari laman resmi KPU, pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy memperoleh 50,93 persen (2.405.773 suara). Sementara itu, pasangan Rano Karno-Embay Mulya Syarif mendapat 49,07% (2.317.745 suara).
Sedangkan pada Pilwalkot Yogyakarta, berdasarkan data model C1 KPU pasangan Haryadi-Heroe memperoleh 100.332 suara atau 50,30%. Sedangkan pasangan Imam Priyono-Achmad Fadli meraih 99.143 suara atau 49,70%. (dkp/fdn)










































