"Ini adalah banjir tiap tahun, banjir paling parah karena Kali Sunter meluap lebih tinggi dan posisi perumahan lebih rendah dari kali. Ditambah lagi dari pukul 4.00 WIB (air) dari Kalimalang meluap karena ada banyak pemasangan patok untuk jalan tol," jelas Iriawan usai berdiskusi dengan Ketua RW 04 di lokasi, Selasa (21/2/2017).
Iriawan berjanji akan menggelar diskusi mengenai penanganan banjir dengan pihak terkait. Dia juga melaporkan hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa dari Cipinang Melayu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iriawan mengatakan pihaknya akan berjaga mengamankan barang-barang di rumah warga yang mengungsi. Sebagai aparat keamanan dia berjanji setiap rumah kosong akan dijaga patroli polisi.
"Nanti ada penjagaan diatur di rumah warga yang ditinggal mengungsi, rumah kosong harus dijaga polisi. Itu tanggung jawab polri, agar rumahnya aman kami sediakan kano-kano kecil 1x24 jam kami patroli," terang dia.
Dalam kesempatan itu Iriawan juga memberikan bantuan mie instan dan air bersih untuk warga. Hingga saat ini masih banyak perahu karet baik dari polisi, TNI maupun LSM yang berlalu lalang untuk mambantu proses evakuasi.
(ams/tor)











































