Datang ke Kelapa Gading, Kakorlantas Pantau Pengaturan Arus Lalin

Datang ke Kelapa Gading, Kakorlantas Pantau Pengaturan Arus Lalin

Jabbar Ramdhani - detikNews
Selasa, 21 Feb 2017 16:02 WIB
Datang ke Kelapa Gading, Kakorlantas Pantau Pengaturan Arus Lalin
Kakorlantas Irjen Royke Lumowa di Kelapa Gading (Jabbar Ramdhani/detikcom)
Jakarta - Kepala Koordinator Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Royke Lumowa meninjau kondisi lalu lintas di Jalan Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kedatangannya ini juga untuk menyemangati petugas yang tengah bertugas.

"Kami meninjau dalam rangka menyemangati anggota di lapangan dalam memberikan pelayanan melakukan pengalihan arus buka-tutup karena banjir," kata Royke di lokasi, Selasa (21/2/2017).

Royke, yang telah selesai meninjau lokasi, mengatakan Jalan Boulevard Barat Raya dan jalan sekitarnya digenangi air setinggi 10-30 sentimeter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di titik-titik persimpangan jalan ada petugas yang sedang mengatur lalu lintas. Begitu juga di jalan yang genangannya tinggi, ada petugas yang berjaga bersama masyarakat," ujarnya.

Dia mengatakan hadirnya bantuan dari masyarakat ini sangat membantu kelancaran. Hari ini, Royke menyebut petugas fokus memantau 54 titik di Jakarta.

"Sejak tadi pagi ada 54 titik yang kita pantau, tapi sudah mulai surut. Yang parah tinggal 6 titik, dengan ketinggian di atas 30 cm, seperti di Kelapa Gading, underpass Kemayoran, Plumpang, Cileduk di Swadarma, kemudian di Industri Gunung Sahari, Pasar Pejagalan, dan Duren Tiga," ucapnya.

Setelah dari Kelapa Gading, rencananya Royke akan meninjau Casablanca di daerah Tebet, Jakarta Selatan. Personel kepolisian akan ditambah jika banjir belum surut.

"Besok kita tambah jumlah personel di titik-titik tadi agar lebih antisipatif dan masyarakat tidak terjebak kemacetan lebih lama," tuturnya.

Selain itu, Royke menyoroti sejumlah sepeda motor yang masuk ke jalur tol karena jalan arteri banjir. Royke mengatakan sepeda motor tidak boleh masuk ke jalan tol. "Tadi pagi ada motor, (sebetulnya) tidak boleh masuk tol. Kita usahakan motor tidak masuk tol," ujarnya.

Ia mengatakan larangan tersebut demi keamanan bagi pemotor. Namun kebijakan ini akan berubah jika sudah dalam kondisi darurat.

"(Kondisi saat ini) belum, belum darurat. Masih tidak stuck kendaraan masih bisa bergerak. Tapi kalau keadaan darurat banget di bawah pengawasan polisi, boleh-boleh saja. Jadi situasional," tuturnya.

Untuk mengantisipasi kejadian berulang, Royke mengatakan akan menempatkan petugas kepolisian di pintu masuk tol untuk mencegah pemotor masuk ke jalan tol.

"Besok kita akan lebih antisipatif. Jangan sampai motor masuk tol, membahayakan. Kalau sangat darurat, maka boleh-boleh saja di bawah koordinasi kepolisian dan Jasa Marga," ujarnya.

Jika ada pemotor yang masuk ke jalan tol, mereka bisa dikenai tilang. "Ya, normatifnya begitu. Kami berdoa semoga di tol dan arteri yang utama tidak banjir. Jadi motor tidak sampai masuk tol. Karena kan membahayakan," ucapnya. (jbr/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads