"Pertama, 'jangan percaya pada orang' dan seterusnya; kedua, 'maka kamu nggak memilih saya kan'; dan ketiga, 'dibohongi pakai Al-Maidah 51 dan seterusnya'," kata Mudzakir saat bersaksi sebagai ahli di auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Selasa (21/2/2017).
"Tiga penggalan kata ini yang ahli analisis maksudnya apa. 'Jangan percaya pada orang', orang itu siapa. Orang itu adalah orang yang menyampaikan Al-Maidah 51," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kedua, 'maka kamu nggak memilih saya kan', itu berarti konteks penyampaiannya dalam konteks pemilihan. Jadi pengucap kalimat itu tak terpilih karena Al-Maidah 51," ujar Mudzakir.
Mengenai hal ketiga yang dianalisis terkait dengan kalimat 'dibohongi dan dibodohi pakai Al-Maidah 51'.
"Ketiga, 'dibohongi atau dibodohi dengan Al-Maidah 51'. Dibodohi hubungannya dengan Al-Maidah 51. Sehingga dengan demikian, ada 3 penggalan kata atau kalimat yang punya makna satu sama lain," tutur Mudzakir.
Mudzakir merupakan ahli ketiga yang dimintai pendapat dalam sidang hari ini. Sebelumnya ada ahli agama dari PBNU Miftahur Ahyar dan ahli agama MUI Yunahar Ilyas, yang telah dimintai pendapat. (rna/dhn)











































