Kali Mookervart meluap sekitar pukul 05.00 WIB, Selasa (21/2/2017). Permukiman warga di RW 08 terendam banjir.
"Tinggi banjir sekitar 1 meter merendam satu RW. Dari RT 01 sampai RT 08," ujar Ketua RW 08 Kedaung Rudi kepada wartawan di lokasi banjir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom |
Menurut Rudi, kontur tanah di wilayahnya yang cekung menyulitkan warga untuk mengalirkan air. Meskipun sudah disedot, air akan kembali ke permukiman.
"Di sini banyak bolongnya," ujar Rudi.
Pantauan detikcom pada pukul 14.30 WIB, air sudah menggenangi perumahan warga. Sepeda motor diparkir pemiliknya di sepanjang jalan inspeksi yang tidak terendam.
"Kalau sore belum surut, yang mengungsi makin bertambah. Saat ini ada 17 KK, 55 orang. Mereka mengungsi di aula ABC milik PT Ataboga," ujar Rudi.
Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom |
Salah seorang warga yang kebanjiran, Diah (25), menyebut air sudah masuk ke rumahnya setinggi 50 cm. Bersama suami dan anak balitanya, Diah memilih mengungsi.
"Saya mengungsi tadi siang. Saya bawa anak yang masih berumur 6 bulan," ujarnya.
Diah bersama 55 orang lainnya menempati aula. Belum ada bantuan yang diberikan kepada mereka.
"Paling butuh selimut, terus diaper untuk bayi," ujar Diah. (aik/fdn)












































Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom
Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom