"(Rencana) jangka pendek, kita keruk (sungai), kita perdalam (sungai), dan pompa kita harus stand by. Makanya saya sampaikan, kalau ada daerah yang rawan (banjir), harus punya stok karena butuh pompa-pompa mobile tetap dijalankan. Kita punya PPSU yang stand by di situ, kita gerakkan, terutama kalau hujan terus-menerus. Sekarang kita kerahkan, terutama di wilayah terdampak (banjir), sehingga kita bisa melihat peta wilayah banjir dan tangani serta," papar Djarot setelah meninjau pintu air Karet, Jakarta Selatan, Selasa (21/2/2017).
"Kita harus fokus bersihkan saluran-saluran penghubung karena normalisasi itu (rencana) jangka panjang," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Fokus pemasangan sheet pile. Fokus bila sangat darurat ya pasang beronjong, karena permanen tidak bisa, lantaran cuaca hujan terus-menerus. Mudah-mudahan 2-3 hari ke depan cuaca kembali normal," ujarnya.
Politikus PDIP tersebut mengapresiasi semangat gotong-royong warga. Dia sudah menginstruksikan kepada petugas pemadam kebakaran untuk membantu PPSU membersihkan rumah warga bila banjir sudah surut.
"Saya sudah instruksikan petugas pemadam kebakaran, bila banjir surut, bantu PPSU untuk semprot lumpur. Bersama-sama warga kita gotong-royong. Saya betul-betul luar biasa melihat warga, mereka dalam arti saling membantu bahwa gotong-royong ternyata masih hidup dan tumbuh subur di Indonesia," tuturnya. (nth/idh)











































