Banjir Masih Terjadi, Djarot: Kami Keruk Sungai dan Siagakan Pompa

Banjir Masih Terjadi, Djarot: Kami Keruk Sungai dan Siagakan Pompa

Nathania Riris Michico - detikNews
Selasa, 21 Feb 2017 15:41 WIB
Banjir Masih Terjadi, Djarot: Kami Keruk Sungai dan Siagakan Pompa
Foto: Nathania Riris Michico/detikcom
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengungkapkan rencana jangka pendek yang akan dilakukan oleh Pemprov DKI untuk menanggulangi banjir yang masih terjadi. Langkah tersebut berupa pengerukan sungai dan penyediaan pompa di daerah yang rawan banjir.

"(Rencana) jangka pendek, kita keruk (sungai), kita perdalam (sungai), dan pompa kita harus stand by. Makanya saya sampaikan, kalau ada daerah yang rawan (banjir), harus punya stok karena butuh pompa-pompa mobile tetap dijalankan. Kita punya PPSU yang stand by di situ, kita gerakkan, terutama kalau hujan terus-menerus. Sekarang kita kerahkan, terutama di wilayah terdampak (banjir), sehingga kita bisa melihat peta wilayah banjir dan tangani serta," papar Djarot setelah meninjau pintu air Karet, Jakarta Selatan, Selasa (21/2/2017).

"Kita harus fokus bersihkan saluran-saluran penghubung karena normalisasi itu (rencana) jangka panjang," lanjutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Djarot, pemasangan dinding turap (sheet pile) masih menjadi fokus untuk proses normalisasi sungai. Namun, bila keadaan mendesak dan darurat, Djarot mengisyaratkan untuk pemasangan beronjong terlebih dulu sebelum nantinya diganti oleh sheet pile. Dia juga berharap cuaca di Jakarta lebih bersahabat dalam waktu dekat.

"Fokus pemasangan sheet pile. Fokus bila sangat darurat ya pasang beronjong, karena permanen tidak bisa, lantaran cuaca hujan terus-menerus. Mudah-mudahan 2-3 hari ke depan cuaca kembali normal," ujarnya.

Politikus PDIP tersebut mengapresiasi semangat gotong-royong warga. Dia sudah menginstruksikan kepada petugas pemadam kebakaran untuk membantu PPSU membersihkan rumah warga bila banjir sudah surut.

"Saya sudah instruksikan petugas pemadam kebakaran, bila banjir surut, bantu PPSU untuk semprot lumpur. Bersama-sama warga kita gotong-royong. Saya betul-betul luar biasa melihat warga, mereka dalam arti saling membantu bahwa gotong-royong ternyata masih hidup dan tumbuh subur di Indonesia," tuturnya. (nth/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads