Pantauan detikcom, massa masih ada yang bertahan hingga pukul 14.25 WIB, Selasa (21/2/2017). Sementara sebagian massa 212 sudah berangsur-angsur meninggalkan gedung DPR, Jl Gatot Subroto, Jakarta.
"Iya akan stay sampai sore, ini kan gabungan dari daerah," ujar koordinator lapangan aksi. Dari spanduk yang dibawa tertulis massa berasal dari Forum Suhada Indonesia, Komunitas Mahasiswa Uhamka serta KAMMI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Massa yang masih melanjutkan orasi di depan gedung DPR, Selasa (21/2/2017) Foto: Cici Marlina Rahayu-detikcom |
Massa mengisi aksi dengan berorasi menggunakan lagu-lagu untuk wakil rakyat. Tapi saat ini sudah dibuka satu lajur biasa dan lajur bus TransJakarta (busway) untuk kendaraan yang melintas dari arah JCC ke perempatan Slipi.
Sebelumnya massa 212 mulai membubarkan diri setelah Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath memberikan penjelasan hasil rapat dengar pendapat umum (RDPU) bersama Komisi III DPR.
Dalam RDPU, perwakilan massa 212 salah satunya menuntut agar Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari jabatan gubernur DKI karena berstatus terdakwa penodaan agama.
Foto: Cici Marlina Rahayu-detikcom |
Khaththath juga menyampaikan permintaan agar penyidikan kasus dugaan penistaan Pancasila Habib Rizieq segera dihentikan (SP3). Termasuk kasus yang menimpa Uztaz Bahtiar Nasir dan Munarman diminta dihentikan.
Usai mendengar penjelasan perwakilan massa yang masuk ke DPR termasuk ditemui anggota DPR, massa membubarkan diri. Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab sempat berpesan agar massa bubar dengan tertib.
(fdn/rvk)












































Massa yang masih melanjutkan orasi di depan gedung DPR, Selasa (21/2/2017) Foto: Cici Marlina Rahayu-detikcom
Foto: Cici Marlina Rahayu-detikcom