Jakarta - Hujan deras yang mengguyur Jakarta menyebabkan sejumlah wilayah banjir. Tak hanya di Jakarta, tapi juga di daerah penyangga lainnya, seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Dalam penyebutan istilah, ada beberapa yang menggunakan banjir. Ada pula yang menggunakan genangan. Mana yang benar?
Adanya polemik penggunaan istilah banjir atau genangan dijawab oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.
Sutopo mengatakan tak perlu mempermasalahkan soal istilah banjir dan genangan. Sebab, kedua kata tersebut memiliki makna yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak usah berpolemik istilah banjir atau genangan. Sebenarnya sama saja. Intinya itu merugikan masyarakat. Harus kita atasi bersama," cuit Sutopo di akun Twitter @Sutopo_BNPB, Selasa (21/2/2017).
 Tweet Sutopo soal banjir dan genangan. Foto: Dok. Twitter @Sutopo_BNPB |
Yang terpenting, kata Sutopo, adalah penanganan banjir yang saat ini masih menggenangi sejumlah wilayah.
"Dalam hidrologi, istilah banjir dan genangan sama saja. Kelebihan air yang merugikan masyarakat. Jadi tidak usah berpolemik," lanjut cuit Sutopo.
 Tweet Sutopo soal banjir dan genangan. Foto: Dok. Twitter @Sutopo_BNPB |
Jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), banjir memiliki arti 'berair banyak dan deras, kadang-kadang meluap; air yang banyak dan mengalir; peristiwa terbenamnya daratan (yang biasanya kering) karena volume air meningkat'.
Sedangkan genangan memiliki arti 'tempat atau daerah yang berair'.
(nkn/tor)