"Nggak apa-apa, nggak apa-apa, nggak apa-apa, bagus malah supaya warga bisa melihat ada progres yang sangat signifikan ya. Kalau nggak begini kan nggak ada progres, sehingga bisa dilihat bagaimana progresnya," kata Djarot kepada wartawan setelah meninjau banjir di Kelurahan Cipinang Muara, Jakarta Timur, Selasa (21/2/2017).
Titik banjir di Jakarta yang dulu mencapai ratusan, menurut Djarot, saat ini jumlahnya berkurang hingga menjadi 54 titik. Bahkan beberapa titik wilayah di Jakarta yang langganan banjir dinilainya sudah jauh berkurang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djarot juga membandingkan banjir di Jakarta dengan banyak wilayah lain di Indonesia. Menurut Djarot, dalam 2 tahun terakhir, banjir di Jakarta tak separah banjir di beberapa daerah di Jawa.
"Di Jawa ini banjirnya luar biasa ya. Nah sekarang berapa titik banjir di DKI dan cepat surut, artinya apa, program normalisasi yang kita kebut dua tahun terakhir betul bener, ya ndak?" tuturnya.
Program yang dirancangnya bersama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), disebut Djarot, berjalan baik. Program normalisasi sungai, ditegaskan Djarot, bukan wacana, melainkan terlaksana.
"Jadi tidak perlu main kalau kita terlalu banyak wacana nggak normalisasi ya nggak. Begitu sekaligus ya program kita untuk bikin sumur resapan, buka RPTRA, banyak yang kita lakukan," ujar dia. (nth/fdn)











































