Berliana ditemukan warga dengan kondisi penuh luka di dalam kamarnya di kediamannya di Perumahan Pinang Merah XIII Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah (Kalteng). Tetangganya kemudian membawa Berliana ke rumah sakit umum setempat pada Senin 20 Februari 2017.
"Kami di sini baru dapat kabar dari tetangganya, kalau adik saya menjadi korban kekerasan oleh suaminya," kata kakak kandung korban, Frida Silitonga, dalam perbincangan dengan detikcom di Pekanbaru, Selasa (21/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas keterangan itu, lanjut Frida, warga sekitar bergegas masuk dalam rumah. Setelah dilihat, Berliana dalam kondisi terikat dan ada luka benda tajam di kepalanya. "Ponakan saya bilang, kalau ibunya dipukul bapaknya. Katanya dibacok pakai parang, ada juga yang bilang pakai kapak," kata Frida.
Frida mengatakan peristiwa pembacokan itu pada Jumat 17 Februari lalu. Berliana dianiaya dalam kamar sedangkan dua anaknya di kamar yang berbeda. "Kedua ponakan saya ketakutan dalam rumah. Setelah bapaknya kabur, mereka pun ketakutan dalam rumah," kata Frida.
Sekalipun Frida belum bisa melihat kondisi adiknya tersebut, namun demikian tetangganya mengirimkan sejumlah foto-foto adiknya yang dirawat. Dari foto tersebut, terlihat rambut Berliana sudah dipangkas pendek. Terlihat ada luka di bagian kepalanya. Sedangkan bagian kelopak matanya menghitam. "Rencananya keluarga kami baru akan berangkat besok ke sana (Kalteng)," kata Frida.
Menurut Frida, saat ini kedua ponakannya juga diurus oleh tetangganya. Ini karena suami dari korban sudah tidak berada di rumah.
"Kami tidak tahu pasti apa penyebabnya sehingga terjadi kekerasan tersebut. Saat ini suami dari adik saya, sudah kabur dan ponakan saya pun kini bersama tetangganya," kata Frida.
Frida berharap polisi segera mengusut kasus ini. "Kami berharap tentunya pihak kepolisian bisa mengusut kasus ini," harap Frida.
Menanggapi kejadian itu, Kapolres Kobar AKBP Pria Premos berjanji segera menangani kasus tersebut. "Tim Polsek setempat lagi mendatangi TKP-nya. Nanti kami kabari lagi kalau sudah lengkap datanya," kata Pria.
(aan/fdn)











































