Ahok Sebut Banjir di Jaktim karena Sodetan Bidara Cina Belum Selesai

Ahok Sebut Banjir di Jaktim karena Sodetan Bidara Cina Belum Selesai

Bisma Alief Laksana - detikNews
Selasa, 21 Feb 2017 12:04 WIB
Ahok Sebut Banjir di Jaktim karena Sodetan Bidara Cina Belum Selesai
Ahok saat kunjungi korban banjir di Cipinang Muara (Foto: Bisma Alief/detikcom)
Jakarta - Jakarta Timur menjadi wilayah yang memiliki titik banjir paling banyak di Jakarta menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Menurut Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok), banjir di Jakarta Timur bukan disebabkan semata-mata karena tanggul di Bekasi, Jawa Barat jebol.

Ahok menjelaskan ada beberapa penyebab Jakarta Timur memiliki banyak titik banjir. Penyebabnya antara lain karena Kali Sunter yang belum dinormalisasi, kiriman air Sungai Ciliwung yang besar dan yang terakhir adalah sodetan di Bidara Cina yang masih dipersoalkan oleh warga.

"Kali Sunter kan kita belum normalisasi. Termasuk Halim kan kita mau bikin waduk juga. Termasuk apa yang terhadang? Ciliwung kan kirimnya besar. Makanya kita minta sodetan itu yang Bidara Cina yang digugat itu loh. Karena hitungannya, itu akan bagikan 600 meter kubik per detik. Sodetan itu kan terlambat, mesin bor kita nggak bisa kerja gara-gara gugat menggugat," papar Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (21/2/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ahok mengatakan, tidak ada pilihan lain bagi Pemprov DKI selain memindahkan warga yang menempati daerah-daerah pinggiran sungai dan tepi laut. Ahok menyebut dirinya terpaksa memindahkan warga yang berada di tepi laut karena ingin membangun tanggul supaya Jakarta tidak tenggelam.

"Nggak ada pilihan sebetulnya. Kalau kamu tinggal di pinggiran sungai, sekarang bagaimana. Kita mesti pindahin orang nggak? Harus. Tepi laut, diduduki nggak sama orang? Diduduki semua. Yang ribut Pasar Ikan (Jakarta Utara), segala. Sekarang Pasar Ikan banjir nggak? Nggak. Coba kalau saya nggak bikin tanggul, tenggelam ini," ujar Ahok.

Ahok memberi contoh Jakarta ini seperti tampungan wadah. Bila hujan terus menerus mengguyur semalaman maka air akan meluber. Maka dari itu, Ahok selalu menekankan pentingnya normalisasi dan pembuatan tanggul di Jakarta Utara.

"Itu yang saya bilang, kalau kamu nggak normalisasi, nggak mau bikin tanggul. Ini hari kita masih agak bersyukur. Bersyukur kenapa? Posisi laut nggak melewati tanggul," ucapnya.

(bis/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads