"Pada saat ini sudah terjadi penyempitan, silakan cari alternatif lain. Pada prinsipnya masih bisa lewat, tetapi mulai tersendat," ujar Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Indra Jafar kepada wartawan di depan gedung MPR/DPR, Selasa (21/2/2017).
Massa aksi 212 di depan gedung MPR/DPR, Selasa (21/2/2017) Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengekor belum panjang. Masyarakat juga sudah pada tahu bahwa akan ada aksi sehingga mereka mencari alternatif masing-masing," ujarnya.
Ada 260 personel yang ditempatkan untuk membantu mengatur arus lalu lintas bila terjadi kemacetan. Rekayasa lalu lintas juga akan diberlakukan bila massa bertambah.
Massa aksi 212 di depan gedung MPR/DPR, Selasa (21/2/2017) Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom |
"Kita akan alihkan yang mau ke ke arah Slipi, kita akan masukan ke dalam tol dan nanti akan digratiskan. Itu kalau kondisi sudah tidak normal ya. Tapi kalau normal tetap," sambungnya. (fdn/fdn)












































Massa aksi 212 di depan gedung MPR/DPR, Selasa (21/2/2017) Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom
Massa aksi 212 di depan gedung MPR/DPR, Selasa (21/2/2017) Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom