Duta Besar Indonesia untuk Rusia, Mohamad Wahid Supriyadi melakukan pertemuan dengan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi untuk menindaklanjuti rencana tersebut. Wahid mengatakan produk Indonesia sangat diminati di Rusia termasuk kulinernya. Hal itu dibuktikan dengan animo warga Rusia saat Festival Indonesia 2016 lalu.
"Dari penyelenggaraan Festival Indonesia tahun lalu, menunjukkan tingginya animo masyarakat Rusia terhadap hal-hal terkait Indonesia. Seperti gamelan, wayang, dan batik. Banyak orang yang membeli batik sampai ngantri. Bahkan nasi goreng, sate, pisang goreng, dan kerupuk sampai ludes," kata Wahid, Senin (20/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maka manfaatkan peluang ini, mumpung belum banyak pesaing yang masuk ke sana," tandasnya.
Rencananya, ada sejumlah pengusaha yang akan dibawa ke Rusia untuk mengikuti festival tersebut karena Jawa Tengah merupakan pusat industri tekstil, pusat industri jamu, pusat industri furnitur, pusat industri grafika, serta pusat industri rokok di Indonesia.
"Di Indonesia industri tekstil terbesar ada di Kota Semarang, industri jamu terbesar ada di Kota Semarang, industri karoseri terbesar juga ada di Kota Semarang dan seterusnya," kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.
Wali Kota yang akrab disapa Hendi itu juga menjelaskan kini Kota Semarang sudah mulai mempermudah perizinan termasuk untuk usaha. Kota Semarang juga kini bersanding bersama tiga kota metropolitan lainnya sebagai kota yang paling menarik dengan diterimanya penghargaan Indonesia's Attractiveness Index (IAI) Award 2016.
"Melalui sejumlah aplikasi online yang merujuk Kota Semarang sebagai Smart City, Pemkot berupaya mempermudah perizinan, pelayanan publik serta mencegah tindakan pungutan liar," tandasnya. (alg/dnu)











































