"Terima kasih Humas UNJ + Wakil Rektor 3 / Bidang Kemahasiswaan yang menerima kunjungan @animaldefendersindo menyampaikan uneg-unegnya, terkait aksi unjuk rasa BEM SI / BEM UNJ yang mempertontonkan animal abuse (kekerasan terhadap hewan, red). Beberapa poin utama yang kami utarakan, dipahami benar oleh Humas + Kemahasiswaan. Esensi protes kita semua dimengerti," tulis Doni dalam lama akun Instagram-nya @doniherdaru, Senin (20/2/2017).
Baca Juga: Pecinta Hewan Kecam Demo Mahasiswa UNJ Potong Ayam yang Viral
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pihak UNJ telah melakukan serangkaian penyelidikan dan pemanggilan mahasiswa yang bersangkutan, pemanggilan orang tua mahasiswa-mahasiswa yang bersangkutan, dan sedang menyelidiki peran tiap mahasiswa-mahasiswa yang terlibat demo yang tidak berizin/tidak disampaikan ke pihak rektorat/kampus ini," terang dia.
"Juga telah memanggil dekan/prodi mahasiswa yang bersangkutan untuk dilakukan pembinaan," sambung dia.
Kemudian, pihak UNJ menyampaikan kepada Doni bahwa akan ada sidang etik mahasiswa untuk menentukan hukuman apa yang pantas buat para mahasiswanya yang terlibat penyiksaan terhadap ayam. "Akan ada sidang etik, dan akan menentukan punishment atau sanksi apa yang akan dijatuhkan," kata Doni.
Masih kata Doni, pihak UNJ pun mengatakan akan selalu memberi tahu perkembangan proses penyelidikan ke ponselnya. Ia berpendapat perlakuan pihak UNJ kepada Animal Defender sangat hangat karena mereka pun merasa prihatin atas kelakuan mahasiswanya.
"Pertemuan tadi, antara Humas + Kemahasiswaan UNJ, berlangsung sangat kondusif, dan kedua pihak memahami apa yang menjadi keprihatinan bersama," ucap Doni. (aud/dnu)











































