Koordinator aksi Ustaz Bernard Abdul Jabbar menyatakan pihaknya juga akan menjaga kebersihan dan tidak merusak taman serta fasilitas umum selama aksi berlangsung.
"Kalau FUI nggak biasa ngerusak, justru akan menjaga ketertiban umum. Bahkan, nanti busway akan kita buka, nggak kita isi. Dan kita imbau, nggak boleh naik ke atas pagar tol, kita sudah akan larang," ujar Bernard kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (21/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal itu, lanjut Bernard, FUI telah mengkomunikasikannya dengan korlap-korlap dari daerah masing-masing peserta.
"Kita komitmen. Kita sudah briefing kepada korlap masing-masing untuk tidak melakukan upaya perusakan-perusakan. Kalaupun itu ada, mereka provokator, karena kita sudah komitmen," sambungnya.
Pihak FUI, ditegaskannya, akan mengamankan oknum yang melakukan tindakan perusakan ataupun kerusuhan. FUI telah menyiapkan laskar untuk menertibkan peserta aksi di lapangan.
"Apabila terjadi, kita akan mengamankan dan akan memberitahukan. Insya Allah laskar siap di tempat. Kita akan membantu kepolisian sebagai keamanan di situ," ungkapnya.
Sementara itu, Bernard memperkirakan peserta aksi yang akan hadir sekitar 10 ribu orang. Massa berasal dari Madura, Sumenep, Bangkalan, Pamekasan, dan Surabaya serta Jawa Barat. Sebagian massa, kata dia, sudah datang.
Tidak tertutup kemungkinan, lanjut Bernard, peserta aksi yang datang lebih dari 10 ribu. FUI sendiri telah menyiapkan 1.000 laskar untuk menjaga ketertiban peserta aksi.
"Kita pun jaga-jaga, menurunkan 1.000 laskar yang sudah siap mengamankan dan menjaga ketertiban di situ. Itu dari seluruh ormas, bukan dari FPI saja. Forum Umat Islam itu terdiri atas 85 ormas dan masing-masing ormas itu mengirimkan laskar mereka," sambungnya.
Dia memastikan peserta aksi langsung membubarkan diri setelah aksi dan tidak akan ada aksi menginap di depan gedung DPR.
"Kita commit untuk menjaga ketertiban. Kalaupun sudah selesai, kita akan langsung pulang, tidak kemudian isu menginap dan sebagainya, itu hoax. Jangan diperkeruh lagi. Itu berita hoax semua," tandasnya. (mei/dnu)











































