Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak DPR terkait aksi massa 212 jilid II tersebut.
"Sudah pasti (koordinasi dengan DPR), dong. Sudah pasti karena kan mereka pasti meminta perwakilan (massa untuk bertemu dengan anggota DPR, red). Nanti kita pasti koordinasi dengan komisi berapa yang menerima," jelas Suntana kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (20/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti kita akan masukkan (peserta aksi) beberapa, 5, 10, 15 (orang), tergantung teman-teman di DPR yang akan menerima. Tentunya jumlahnya dibatasi karena ruangan di sana juga terbatas," sambungnya.
Massa pada aksi 212 akan menyuarakan sejumlah tuntutan, di antaranya meminta Mendagri memberhentikan sementara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Penonaktifan Ahok diminta dilakukan karena status Ahok sebagai terdakwa dalam kasus dugaan penistaan agama.
Untuk aksi 212, Suntana menyampaikan pihaknya mengerahkan puluhan ribu polisi untuk mengamankan aksi tersebut. Polisi tidak hanya melakukan pengamanan di titik konsentrasi massa di gedung DPR/MPR, tetapi juga di beberapa lokasi, seperti di kantong parkir kawasan parkir timur Senayan. (mei/fdn)











































