Ahok: Banjir Tinggal 80 Titik, Rata-rata 3 Jam Surut

Ahok: Banjir Tinggal 80 Titik, Rata-rata 3 Jam Surut

Bisma Alief Laksana - detikNews
Senin, 20 Feb 2017 18:52 WIB
Ahok: Banjir Tinggal 80 Titik, Rata-rata 3 Jam Surut
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengapresiasi kinerja bawahannya yang cepat tanggap dalam menangani banjir di Jakarta. Ahok mengaku saat ini sulit memprediksi kapan akan turun hujan di Jakarta.

"Sudah lumayan kemajuannya. Sekarang tinggal 80 titik yang banjir dan daerah-daerah yang banjir pun rata-rata airnya surut hanya dalam 3 jam," ujar Ahok setelah menemui pengungsi di kampus Universitas Borobudur, Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Senin (20/2/2017).

"Kayaknya kita salah itung ya, susah sih tebak air sekarang ya. Ini Kali Sunter tiba-tiba meluap begitu tinggi. Sekarang siapa bisa tebak hujannya kapan. Nggak ada musim. Tapi nggak apa-apa, akan kita kerjakan. Kata Pak Iskandar (Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane Kementerian PUPR), air sampai sini sangat cepat," ucapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait bantuan untuk pengungsi banjir, Ahok menyerahkan sepenuhnya kepada Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana. Satu hal yang Ahok tegaskan dalam hal bantuan kepada pengungsi adalah ketersediaan air panas. Sebab, air panas sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bayi yang menjadi pengungsi.

"Kalau bantuan, Pak Wali Kota itu otomatis urus. Tadi saya juga melihat apakah tersedia air panas nggak. Karena saya dengar banyak bayi, makanya saya tanya tadi yang bawa bayi. Kalau bawa bayi kan bikin susu. Kalau bikin susu nggak ada air panas kan repot. Maka tadi saya pastikan cukup air panas atau tidak. Kalau perlu, pasang lagi water dispenser supaya mereka bisa buat susu untuk bayi. Kalau air dingin ya nggak bisa bikin susu. Itu saya khawatir bayi saja. Kalau orang dewasa sih nggak terlalu. Asalkan ada makanan, oke. PMI juga bantu," ujar Ahok.

Sementara itu, Kadis Sumber Daya Air DKI Teguh Hendarwan, yang ikut menemani Ahok, mengatakan pihaknya akan terus mengupayakan untuk percepatan pembuatan dinding turap (sheet pile) di wilayah Cipinang Melayu. Dia mentargetkan pengerjaan sheet pile akan selesai pada bulan April 2017.

"Kita akan kejar terus, termasuk pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan oleh BBWSCC (Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane). Programnya akan kita kejar terus sama seperti kejadian di Bukit Duri. Ini juga tadi disampaikan oleh BBWSCC bahwa Maret-April ini pun akan dikejar progresnya untuk penutupan sehingga air tidak meluap kemari," ujar Teguh.

Dari data yang dimiliki oleh Teguh, ada kurang-lebih 300 keluarga yang harus mengungsi akibat banjir di Cipinang Muara. Dia berjanji akan segera menyelesaikan tahap pembayaran lahan-lahan yang terkena imbas dari normalisasi Kali Ciliwung.

"Kalau di Cipinang Melayu, info yang kita dapat ada sekitar 300 keluarga yang mengungsi sekarang ini. Tadi saya juga sampaikan, kita akan kejar lahan-lahan yang akan kita normalisasi, segera kita realisasikan untuk pembayarannya," sambungnya. (bis/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads