"Itu tidak benar kalau ada jamratul aqabah. Itu artinya berita itu hoax," ujar Ustaz Bernard Abdul Jabbar, korlap aksi 212 jilid II, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (20/2/2017).
Bernard menekankan aksi FUI besok adalah aksi damai. Dia juga menegaskan aksi tersebut tidak ada sangkut-pautnya dengan proses Pilkada DKI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati tuntutan massa aksi nanti adalah meminta pemerintah menonaktifkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur DKI Jakarta karena statusnya sebagai terdakwa, ia menegaskan aksi tersebut tidak mengandung unsur politik.
"Kita hanya akan menyerukan bahwa apa yang sudah dilakukan oleh Gubernur DKI, yang sudah ditetapkan sebagai terdakwa, kenapa tidak diberhentikan sementara, itu (tuntutan) yang akan kita lakukan. Artinya, tidak ada hal-hal yang menyangkut pilkada," jelasnya.
Jika dalam pelaksanaannya nanti ada orator yang menyerukan kepada peserta aksi untuk tidak memilih Ahok, hal itu di luar kendali FUI.
Namun pihak FUI, kata dia, akan menyeleksi orator sehingga dalam pelaksanaannya nanti tidak ada orasi berbau politik.
"Ya, kita tidak bisa melarang juga. Karena yang punya hak untuk bicara itu. Tapi kita hanya mengatakan bahwa nanti yang diucapkan, yang dibicarakan, ini tidak menyinggung. Tapi mungkin nanti ada keceplosan dan kita nanti akan kita seleksi juga siapa orator yang akan berbicara," terangnya.
"Itu nanti ada masanya. April baru kita adakan aksi yang lebih besar lagi. Rencananya dari seluruh elemen umat Islam, termasuk GNPF, FUI, dan seluruh ormas. Itu nanti tunggu kabar beritanya, dan itu juga menyangkut masalah keumatan juga. Untuk aksi besok, kita tidak ada hubungannya dengan Pilkada DKI karena yang datang pun kebanyakan dari luar Jakarta dan sekitarnya," paparnya. (mei/fdn)











































