Jimly Asshiddiqie Minta Semua Pihak Dinginkan Situasi Politik

Jimly Asshiddiqie Minta Semua Pihak Dinginkan Situasi Politik

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Senin, 20 Feb 2017 17:18 WIB
Jimly Asshiddiqie Minta Semua Pihak Dinginkan Situasi Politik
Jimly Asshiddiqie (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie menganjurkan kepada semua pihak untuk menurunkan tensi politik. Jimly juga meminta aksi demo tak dilanjutkan.

"Jadi maksud saya, kita harus sama-sama menurunkan tensi, jangan sepihak, aparat juga harus. Jadi pendekatan hukum dengan keras itu harus dievaluasi. Misalnya ulama-kiai ditangkap, itu kan mengundang bahasa yang tidak bersahabat dan itu tidak efektif untuk menurunkan ketegangan," ujar Jimly di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/2/2017).

Secara umum, Jimly berpendapat tidak usah diteruskan demo-demo sesudah 212 pada Desember tahun lalu. Menurutnya, pengerahan massa juga tidak akan berpengaruh atau mengubah pandangan masyarakat umum dalam pilkada.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Buktinya, Ahok tetap nomor 1. Tidak bisa kita menyalahkan masyarakat karena kekuatan dalam masyarakat beraneka. Dan kita tidak bisa memaksakan pikiran kita karena masyarakat itu plural. Semua golongan harus membaca keadaan itu, ambil pelajaran," bebernya.

Jimly juga berharap aparat tidak lagi melakukan pendekatan kekerasan soal demo-demo yang dilakukan umat. Contohnya adalah penangkapan dan pemeriksaan ulama-ulama dan kiai yang belakangan ini sedang marak.

"Tapi saya mengimbau kepada aparat, jangan juga berlebihan dalam menggunakan kewenangan. Dalam mendidik masyarakat, jangan mendidik dengan pendekatan kekerasan. Ini harus dipertimbangkan karena mengundang reaksi lanjutan. Padahal saya meyakini, sesudah pilkada selesai, mestinya sudah turun hawa panas, turun, kecuali DKI ada ronde kedua," ucapnya.

Sebagai Ketua DKPP, Jimly menegaskan akan bersikap netral. "Kami sebagai DKPP menjaga KPU dan Bawaslu. Kita pecat kalau mereka berpihak," ucapnya. (rvk/tor)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini