"Tanya sama Pak Iskandar (Kepala BBWSCC, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, Kementerian PUPR), dulu untuk kerja, waduk bertahun-tahun nggak diladenin. Bener nggak, Pak Iskandar?" kata Ahok setelah mengunjungi wilayah Bukit Duri, Jakarta Selatan, Senin (20/2/2017).
"Sekarang tanya sama Pak Iskandar, gubernur mana yang cepat untuk beliau kerja. Tapi begitu saya kerja cepat, dibilang apa? Dibilang nggak manusiawi gusur orang. Ya politiklah," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti kalau misalnya nih, kita nggak tahu ya siapa yang jadi gubernur, kita ngomong sini dulu. Kalau Pak Anies diizinkan Tuhan jadi Gubernur DKI, kalau dia nggak lakukan normalisasi seperti yang saya lakukan, bohong dia itu. Berani taruhan kita. Benar nggak?" ujar Ahok.
Baca juga: Cek Banjir, Anies: Kenapa Normalisasinya Berhenti Tahun 2014?
Ahok mengklaim siapa pun Gubernur DKI yang terpilih nanti pasti akan menormalisasi sungai. Bila ada yang mengatakan tidak melakukan normalisasi, Ahok mengatakan gubernur tersebut tidak mau bekerja.
"Siapa pun jadi gubernur, kalau dia nggak lakukan normalisasi, pasti dia nggak kerja," ujar Ahok.
Ahok mengaku bingung bila ada yang menyebut Jakarta akan bebas banjir tanpa menormalisasi sungai. Sebab, berdasarkan yang dia ketahui, cara untuk mengurangi banjir adalah dengan normalisasi.
"Kamu pilih banjir atau normalisasi. Jadi kalau dibilang satu pihak nggak mau normalisasi, satu pihak nggak mau banjir, saya nggak tahu ilmu dari mana itu. Ini saya bicara dengan PU pusat ini. Kalau ada teori yang lain, berarti PU pusat teorinya nggak benar," tutur Ahok. (bis/idh)











































