Bursa Ketum PKB, Peran Gus Dur Masih Signifikan

Bursa Ketum PKB, Peran Gus Dur Masih Signifikan

- detikNews
Sabtu, 16 Apr 2005 08:11 WIB
Jakarta - Pertarungan memperebutkan kursi ketum dalam Muktamar II Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) diperkirakan akan berlangsung sengit. Pengaruh Gus Dur dinilai masih signifikan untuk menentukan siapa yang akan terpilih menjadi ketum. "Pertempuran sekarang akan lebih sengit dan terbuka. Ada proses demokrasi di PKB dan nahdliyin. Peran Gus Dur tetap signifikan meski tidak sekuat dulu," ujar pengamat politik Sukardi Rinakit dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (16/4/2005). Namun, Sukardi meragukan Gus Dur masih memiliki kekuatan seperti dulu. Ia melihat ada kelompok yang memang mengikuti Gus Dur, tetapi ada juga yang 'memberontak'. Selain itu, ada juga kelompok yang bingung dengan manuver Gus Dur. "Gus Dur dengan prinsip demokrasinya luar biasa. Tapi bisa jadi Gus Dur dianggap terlalu maju karena keadaan kurang siap untuk itu," katanya.Sukardi memperkirakan pertarungan sengit akan terjadi antara Muhaimin Iskandar dan Saifullah Yusuf jika ketum GP Ansor itu ikut maju. Gus Dur telah mengatakan dirinya mengidolakan Muhaimin. Sementara, Kiai Langitan kemungkinan condong ke Gus Ipul, panggilan akrab Saifullah. "Kita hanya berhitung yang itu (Muhaimin dan Gus Ipul). Kalau calon lainnya sulit. Dukungan Gus Dur dan Kiai Langitan yang diberikan kepada kedua calon dapat dikatakan sama kuat," katanya. Dengan melihat kondisi seperti itu, Sukardi memprediksi calon yang menyodorkan platform partai yang baik akan terpilih. Ia menambahkan, jika maju sebagai calon, Gus Ipul harus mundur dari kabinet."Kalau maju dan tetap berada di kabinet kurang baik untuk PKB, pemerintah dan dirinya sendiri. Meski mungkin pemerintah tidak ikut campur, jika terpilih dan tetap di kabinet akan muncul anggapan sebagai perpanjangan tangan pemerintah," jelasnya. (rif/)


Berita Terkait