Herlina merupakan satu dari 421 warga Cipinang Melayu yang mengungsi di Masjid Universitas Borobudur, Jakarta Timur, sejak Minggu, 19 Februari 2017. Jumlah pengungsi banjir di Cipinang Melayu hingga pukul 14.30 WIB bertambah dari 337 orang menjadi 421 orang.
"Di sini mulai hari Minggu pukul 14.30 WIB. Kondisi rumah terendam sepinggang orang dewasa. Kami mengungsi satu keluarga sama mertua," cerita Herlina di lokasi pengungsian, Senin (20/2/2017).
Pengungsi korban banjir di Cipinang Melayu bertambah dari 337 orang menjadi 421 orang. Foto: Ibnu Hariyanto/detikcom |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan detikcom, para pengungsi terlihat duduk-duduk dan berbaring di area dalam masjid yang berlokasi sekitar 300 meter dari titik banjir. Ada juga pengungsi yang asyik berbincang-bincang. Sementara itu, anak-anak juga terlihat bercanda ria. Para pengungsi juga membawa barang-barang milik mereka. Ada pakaian, selimut, bantal, hingga perlengkapan makan dan minum, seperti teko air, termos, dan piring.
Petugas membagikan bantuan untuk para pengungsi. (Ibnu Hariyanto/detikcom) |
Di pojok bagian timur masjid, ada sejumlah petugas Palang Merah Indonesia (PMI) dan dan Dinas Sosial membagikan bantuan, seperti popok bayi, tikar, selimut, biskuit, dan keperluan lain, kepada para pengungsi. Secara bergantian petugas memanggil satu per satu warga yang akan menerima bantuan.
Pengungsi banjir mulai terserang penyakit. Foto: Ibnu Hariyanto/detikcom |
Ada juga petugas dari puskesmas bersiaga di sisi utara masjid untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada para pengungsi. "Ada 61 orang pengungsi yang sakit. Mereka mengeluh sakit ISPA, flu, gatal, hipertensi," ujar seorang petugas kesehatan. (aan/fdn)












































Pengungsi korban banjir di Cipinang Melayu bertambah dari 337 orang menjadi 421 orang. Foto: Ibnu Hariyanto/detikcom
Petugas membagikan bantuan untuk para pengungsi. (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Pengungsi banjir mulai terserang penyakit. Foto: Ibnu Hariyanto/detikcom