Pasca Gempa Bumi, Warga Gunung Hulu Tunggu Bantuan
Sabtu, 16 Apr 2005 01:34 WIB
Bandung -
Bantuan belum juga datang ke Gunung Halu, daerah paling parah yang dilanda gempa. Menurut anggota Satkorlak Dedi, saat ini sangat dibutuhkan bantuan tenda, selimut serta pasokan bahan makanan.Warga memperkirakan bantuan dari Pemkab Bandung akan tiba, Sabtu (16/4/2005). Kondisi di Gunung Halu, Kabupaten Bandung masih diselimuti kabut. Udara cukup dingin. Beberapa warga berkumpul di tempat pos ronda. Kepanikan yang semula terlihat mulai mereda. Beberapa warga lainnya mulai bekerja di pabrik teh pasca gempa. Seorang warga terlihat sedang mengemasi barang dagangannya untuk berjualan di Pasar Gunung Halu. Gempa berkekuatan 5 SR yang terjadi Jumat (15/4/2005), pukul 09.00 Wib dan pukul 11.00 Wib, mengakibatkan ratusan rumah penduduk di sekitar Gunung Halu rusak berat. Selain rumah, bangunan lainnya yang menjadi korban adalah masjid dan sekolah umum. Sejumlah ruas jalan mengalami keretakan. Dari pantauan detikcom, Jumat, dinding rumah warga banyak yang mengalami keretakan. Kaca dan atap rumah sudah tidak lagi berada di tempat semestinya. Menurut pengakuan seorang warga, gempa seperti ini baru pertama kali terjadi. Untunglah, bencana itu tidak menelan korban jiwa. Tiang listrik di sepanjang jalan juga masih berdiri sehingga keadaan tidak gelap gulita saat malam tiba. Sejumlah warga mendirikan tenda di depan rumah yang menjadi korban gempa. Tenda itu terbuat dari terpal. Kondisi di dalam tenda cukup memprihatinkan, karena tidak terlihat peralatan masak dan makanan.Alas tenda menggunakan kertas sampul buku. Bahkan di Desa Celak, Kecamatan Gunung Halu, seekor anak ayam yang berada dalam kandang, dimasukkan ke tenda. "Semua berhamburan ke luar rumah," kata Ade Hermawan mengenang saat terjadi gempa.Rusak BeratKerusakan rumah warga di Gunung Halu cukup parah. Lantai rumah hancur dan atap rumah ambrol, bahkan ada rumah yang amblas karena tanahnya turun. Data sementara pukul 09.00 Wib, di Desa Celak sebanyak 13 rumah rusak berat, Kampung Cibeureum (4 rumah), Kampung Jambu Hala (3 rumah), Kampung Sukasari (4 rumah), dan Kampung Tegalaja (2 rumah dan masjid).Bangunan Balai Desa Sukasari retak dan kacanya hancur. Selain itu, 4 rumah warga rusak, dinding kelas SD Tangkil roboh. Kerusakan sejumlah jalan terlihat di Desa Wargasaluyu. Gempa juga mengakibatkan rumah warga Kampung Cisalada, Kampung Sawahlega miring dan retak. Di Desa Tamanjaya, 1 rumah hancur, 3 rumah rusak berat, 11 dinding rumah serta 2 bagunan sekolah, SMA I dan SMPN 2 retak."Kurang lebih 158 rumah terancam rusak berat, Desak Celak paling parah," jelas Kasie Prasarana Umum Dadi saat ditemui di Kantor Kecamatan Gunung Halu, Jumat.Di kecamatan itu telah didirikan sebuah posko bencana gempa. Dikatakan Dadi, pihaknya tidak menemukan warga yang meninggal dunia. Satelah terjadi gempa, akvitas sekolah yang berada di Gunung Halu tidak dilanjutkan. "Hanya ada satu orang anak kecil tertimpa plafon waktu di kelas. Kepalanya cuma benjut saja," ungkapnya. Takut di RumahGempa di Gunung Halu, Bandung Selatan membuat panik warga. "Pohon seperti ribut. Gelas dan botol-botol dagangan pecah," kata Khodijah, 48 tahun saat ditemui di perkebunan teh Gunung Halu. Ia mengaku menangis dan menyebut nama Allah. Saat itu, ia teringat kedua anaknya yang masih kecil. Salah seorang anaknya, Dede Rim yang tengah bersekolah di SD Celak I kejatuhan plafon. Untunglah, kepala Dede tidak bocor sehingga tidak dibawa ke RS. "Waktu itu bapak juga lagi bekerja di Gunung Sembung sebagai buruh teh. Di langsung ke rumah dan mendekap kami," kenangnya. Khodijah bercerita dirinya tinggal di Desa Celak, Gunung Halu, sejak tahun 1980. Gempa tadi pagi adalah gempa pertama yang dirasakannya. Kejadian alam yang sering terjadi di Gunung Halu adalah musibah longsor.Dari pantauan detikcom, masih terlihat bekas longsoran di beberapa ruas jalan di Gunung Halu. Bahkan di dekat Mapolsek Gunung Halu, terdapat bekas longsoran yang cukup besar. Khodijah mengatakan dirinya tidak akan kembali ke rumahnya di Kampung Gunung Sembung RT.01/RW.4. Ia masih trauma dengan kejadian tadi pagi.
(rif/)










































