Polri: 10 Ribu Orang Ikut Aksi 212 Depan Gedung DPR Besok

Polri: 10 Ribu Orang Ikut Aksi 212 Depan Gedung DPR Besok

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Senin, 20 Feb 2017 13:14 WIB
Polri: 10 Ribu Orang Ikut Aksi 212 Depan Gedung DPR Besok
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Polisi sudah menerima surat pemberitahuan rencana aksi demo 21 Februari atau aksi 212 di depan gedung DPR/MPR. Dari surat pemberitahuan diketahui massa yang berdemo berasal dari Forum Umat Islam (FUI).

"Kepolisian khususnya Polda Metro Jaya telah menerima surat pemberitahuan berkaitan rencana kegiatan unjuk rasa 21 Febuari yang akan datang atau besok. Dari surat itu diketahui dari Forum Umat Islam yang akan melakukan kegiatan unjuk rasa di gedung DPR/MPR RI," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (20/2/2017).

Dari surat pemberitahuan, disebutkan ada sekitar 10 ribu orang yang berencana mengikuti demonstrasi dengan tuntutan penonaktifan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari posisi gubernur DKI Jakarta.

"Menurut informasi sesuai dengan pemberitahuan akan membawa sekitar 10 ribu masyarakat ke gedung DPR/MPR RI," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi juga mengimbau masyarakat yang akan hadir besok untuk tetap menjaga ketertiban. Segala aktivitas yang dilakukan, menurut Boy, harus sesuai dengan aturan hukum.

"Dalam hal ini kami ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat yang nantinya atau para koordinator lapangan yang ikut mengkoordinir hendaknya proses pelaksanaan unjuk rasa besok ini tentu tetap mengedepankan hukum, harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan hukum," tuturnya.

"Siapa pun nanti yang hadir mengedepankan hukum, tidak menganggu dan menghomati hak-hak masyarakat lainnya yang tidak berunjuk rasa. Pelaksanaan unjuk rasa tidak melewati batas waktu. Sebagaimana lazim kita sampaikan, tidak melampaui dari pukul 18.00 WIB," imbuhnya.

Polisi juga sudah menyiapkan proses pengamanan. Upaya-upaya persuasif dan preventif akan dilakukan dalam menghadapi aksi tersebut.

"Kami tentu sudah menyiapkan pengamanan dengan baik. Sudah punya protap sendiri, kita mengedepankan upaya persuasif dan preventif di dalam pengamanan sedangkan upaya penegakan hukum dalam unjuk rasa adalah pilihan paling terakhir," ujarnya.

(fdn/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads