Membaca Arah Koalisi Ahok-Djarot di Putaran Kedua

Membaca Arah Koalisi Ahok-Djarot di Putaran Kedua

Niken Purnamasari - detikNews
Senin, 20 Feb 2017 09:56 WIB
Membaca Arah Koalisi Ahok-Djarot di Putaran Kedua
Foto: Rengga Sancaya/detikcom
Jakarta - Meski KPU belum melakukan pengumuman resmi terkait dengan penetapan hasil Pilgub DKI, publik saat ini sudah diramaikan soal putaran kedua. Hal itu melihat hasil hitung cepat (quick count) dan hitung riil (real count) C1 yang dilakukan oleh KPU.

Ahok-Djarot berada di posisi teratas dalam perolehan suara terbanyak, yakni 42,91 persen (2.357.587 suara). Di posisi kedua ada Anies-Sandiaga dengan perolehan suara 40,5 persen (2.200.636 suara). Sedangkan Agus-Sylvi memperoleh 17,05 persen (936.609 suara). Data tersebut didasari real count pada Jumat (20/2/2017).

Jika melihat persentase angka tersebut, sesuai dengan aturan KPU, yakni 50 persen plus satu, Ahok-Djarot akan melaju ke putaran kedua. Pasangan petahana tersebut akan melawan Anies-Sandiaga. Keduanya pun akan berupaya merebut suara 17 persen milik Agus-Sylvi.

Lalu, bagaimana arah koalisi Ahok-Djarot untuk putaran kedua? Siapkah keduanya bergabung bersama parpol pendukung Agus-Sylvi, yakni Demokrat, PKB, PPP, dan PAN?

Sekretaris Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Ace Hasan Syadzily, mengatakan timnya saat ini tengah melakukan upaya komunikasi kepada parpol pendukung Agus-Sylvi.

"Sudah ada pembahasan putaran kedua. Untuk langkah koalisi, terus diupayakan. Tentu ada ke Demokrat. Meski tidak secara khusus dengan Pak SBY. Kami ke level elite-elite di DPP," kata Ace saat berbincang dengan detikcom, Minggu (19/2).

Pematangan koalisi tim Ahok-Djarot, dikatakan Ace, juga masih menanti hasil resmi dari KPU. Hal itulah nantinya yang menjadi dasar pembahasan dalam koalisi.

"Proses penghitungan masih terus berlangsung. Pembicaraan itu tentu tidak langsung semua disepakati. Negosiasi seperti itu," ujarnya. (nkn/erd)


Berita Terkait