DetikNews
Minggu 19 Februari 2017, 23:09 WIB

Soal Heli AW 101, PTDI Dinilai Harus Putus Kontrak dengan Airbus

Ibnu Hariyanto - detikNews
Soal Heli AW 101, PTDI Dinilai Harus Putus Kontrak dengan Airbus Foto: Ibnu Hariyanto/detikcom
Jakarta - Dewan Penasehat National Air Space and Power Center of Indonesia (NASPCI) Connie Rahakundini mengatakan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) harus segera mengakhiri kontrak dengan Airbus. Menurutnya kontrak yang sudah berjalan 40 tahun itu tidak menghasilkan apa-apa untuk kemajuan industri pertahanan Indonesia.

"PT Dirgantara Indonesia (DI) harus memutuskan kontrak dengan yang sudah 40 tahun dengan Airbus. Kontrak Yang tidak jelas dan tidak menghasilkan apa-apa. Kita bandingkan dengan China sudah bisa menghasilkan helikopter Z8 sekelas AW 101 dan kelas AW 139," ungkap Connie di Tjikini Lima, Jalan Cikini 1, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (19/2/2017).

Connie yang juga pengamat militer ini menilai, PTDI tidak bisa membuat helikopter sendiri. Bahkan menurutnya yang PTDI lakukan hanya soal pengecatan helikopter saja.

"Sebuah produsen senjata itu membuat design dia bisa, membuat sparepart bisa dan lain-lainnya. PTDI kalau cuma bisa mengecat itu bukan membuat heli," kata Connie.

Dengan yakin, Connie mengajak untuk mendatangi dan melihat apa benar selama ini PT DI bisa membuat helikopter. Dia menilai selama ini ada kebohongan publik yang dilakukan oleh PTDI.

"Sekarang kita bangkit. Kita lihat ramai-ramai benar nggak PTDI bisa bikin heli? Buktikan apa yang saya omong dan saya yakin nggak bisa bikin (heli). Anda kalau nggak percaya nanti saya kasih kontak orang-orang PTDI. Di mana insinyur itu mendekat pesawat aja nggak boleh. Yang boleh cuma tukang cat sama tukang ketok itu anak-anak STM. Jadi tidak ada alih teknologi," tuturnya.
(nkn/nkn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed