Sirra: BAP Mulyana Tidak Objektif dan Tidak Proporsional
Jumat, 15 Apr 2005 20:38 WIB
Jakarta - Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Mulyana W Kusumah tertanggal 8 April 2005 cenderung tidak proporsional dan tidak objektif. Kondisi ini memicu timbulnya "kekhawatiran" di intern KPU.Dalam BAP pertama yang diteken oleh Mulyana terdapat hal yang belum terungkap. Data yang belum terungkap itu diantaranya pertemuan di Hotel Ibis, mekanisme pengadaan barang, penentuan jadwal serta pemanggilan peserta tender kotak suara. "Ada rangkaian fakta-fakta yang mestinya harus masuk dalam laporan. Itu yang membuat KPU khawatir, karena laporan (BAP) itu bersifat insinuatif," penjelasan ini diakui kuasa hukum Mulyana W Kusumah, Sirra Prayuna usai pembagian rilis 'blak-blakan' Mulyana di Rutan Salemba, Jl Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Jumat (15/4/2005).Permasalahan itu juga menjadi salah satu alasannya melakukan perubahan terhadap BAP. Perubahan BAP ada yang bersifat substantif dan ada yang tidak substantif. "Perubahan dalam proses penyidikan itu biasa saja," jelas Sirra. Sirra mengakui, Mulyana mengalami keterbatasan ingatan dalam setiap pemeriksaan. Ia menjanjikan dalam pemeriksaan penyidikan berikutnya akan mengusahakan agar memberikan penjelasan yang konsisten."Mulyana mengalami keterbatasan memori dalam mengingat sesuatu. Pada penyidikan selanjutnya tentu akan dia jelaskan," papar Sirra.
(ism/)











































