"Masih dalam proses semuanya (untuk koalisi), tapi semuanya positif terutama pimpinan wilayahnya. Karena pimpinan wilayahnya ini dulu merupakan bagian daripada koalisi kekeluargaan yang dibentuk dulu. Jadi 6 partai kita sama-sama ini adalah eks daripada koalisi kekeluargaan sebelum ada koalisi Kertanegara itu. Jadi kita kenal sama kenal gitu, dan saya sempat ada beberapa hubungan telepon, pertemuan, kita ketemu kayak reuni lagi," ujar Sandiaga saat dihubungi detikcom Sabtu (18/2/2017).
Komunikasi pihak Anies-Sandi kepada petinggi Parpol pengusung Agus-Sylvi dikatakan Sandiaga juga membawa progres yang bagus. Hal ini karena adanya 3 kesamaan pandang antara Anies-Sandi dan Agus-Sylvi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan kami diberitau pelan-pelan mambangun koalisi dan ada kesamaan titik pandang di tiga hal. Satu bahwa sama-sama menginginkan pemimpin baru di Jakarta, kedua sama-sama fokus dari pada program AHY yaitu kesejahteraan untuk rakyat itu, yaitu irisannya sangat mirip dengan konsep kita maju kotanya dan bahagia warganya. Terutama dipenguatan dan pemberdayaan ekonomi akar rumput, ekonomi masyarakat, ekonomi kerakyatan. Dan ketiga ada kesamaan juga dari segi butuh pemimpin yang mempersatukan warga, pemimpin yang harus merajut tenun kebangsaan kita," sambungnya.
Kesamaan di atas karena adanya beberapa program Anis-Sandi yang secara filosofi memiliki kesamaan dengan program Agus-Sylvi. "Tapi secara mekanismenya agak berbeda, yaitu membantu warga dalam keseharian mereka. Membantu kebanyakan warga terutama di akar rumput di kelas menengah ke bawah, dan ini merupakan modal yang sangat penting," imbuhnya. (nvl/jor)











































