Diketahui Ahok-Djarot unggul di Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Kepulauan Seribu. Kemudian Anies-Sandi unggul di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Lembaga pemantau independen Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) merinci perolehan suara pasangan calon yang berlaga di Pilgub DKI. Seperti diketahui, Ahok-Djarot dan Anies-Sandiaga lolos ke putaran kedua. Pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni terempas dan gagal di putaran pertama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk Agus-Sylvi memperoleh 17,05% di masing-masing kecamatan, maka suara tertinggi diperoleh di Kepulauan Seribu Selatan dengan persentase 32,7% dan suara paling rendah di Kelapa Gading sebesar 8,6%," lanjutnya.
Untuk perolehan suara per kecamatan, pasangan Ahok-Djarot tertinggi di Kelapa Gading, yang mencapai 69%, dan paling rendah di Kecamatan Pancoran, dengan perolehan suara 32%. Sedangkan untuk paslon Anies-Sandi, suara paling tinggi diperoleh di Kecamatan Mampang dengan persentase 61% dan suara terendah di Kelapa Gading dengan 22%.
JPPR mencatat perolehan tertinggi suara Agus-Sylvi untuk tingkat kecamatan jumlahnya setara dengan perolehan terendah suara Ahok-Djarot, yaitu di angka 32%.
"Jika diukur per kecamatan, perolehan suara Agus-Sylvi yang paling tinggi di kecamatan sama dengan perolehan suara paling rendah Basuki-Djarot, yaitu 32%," ujar Hafidz.
Berikut ini persentase perolehan suara 3 pasangan calon di wilayah Jakarta per kota/kabupaten berdasarkan data JPPR:
Agus-Sylvi (17,05%)
- Jakarta Barat 16,1%
- Jakarta Pusat 18%
- Jakarta Selatan 14,9%
- Jakarta Timur 19,5%
- Jakarta Utara 16,6%
- Kepulauan Seribu 27,3%
Ahok-Djarot (42,91%)
- Jakarta Barat 49%
- Jakarta Pusat 43%
- Jakarta Selatan 39%
- Jakarta Timur 39%
- Jakarta Utara 49%
- Kepulauan Seribu 39%
Anies-Sandi (40,05%)
- Jakarta Barat 35%
- Jakarta Pusat 39%
- Jakarta Selatan 47%
- Jakarta Timur 42%
- Jakarta Utara 35%
- Kepulauan Seribu 34%
Persaingan Perolehan Suara Ahok-Djarot dan Anies-Sandi di Wilayah Basis
Perolehan suara pasangan cagub-cawagub DKI Basuki-Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dari hasil real count saling 'berkejaran' di beberapa kecamatan di Jakarta. Saat Ahok-Djarot menang di satu kecamatan, di kecamatan itu jugalah Anies-Sandi memperoleh suara kecil, demikian pula sebaliknya.
Dalam pemaparan lembaga pemantau independen JPPR, tak jarang kemenangan Ahok-Djarot di beberapa kecamatan setara dengan suara terendah yang diperoleh Anies-Sandi, begitu pula sebaliknya.
"Ketika Basuki-Djarot unggul dan mendapat 69% suara di Kecamatan Kelapa Gading, Anies mendapat 22% suara. Di Grogol, ketika Basuki mendapat 63% suara, Anies mendapat 29% suara," kata Masykrudin di kantor Bawaslu RI, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (18/2).
Kondisi sebaliknya pun terjadi. Suara tertinggi Anies-Sandi di satu kecamatan setara dengan suara terendah Ahok-Djarot.
"Namun, ketika suara Anies-Sandi sebesar 61% di Kecamatan Mampang, maka Ahok mendapat 33% suara. Ketika di Pancoran, Anies mendapat 54%, sedangkan Ahok mendapat 32% suara," terangnya.
Dari hasil analisis ini, suara Anies-Sandi hanya mencapai sepertiga dari suara tertinggi Ahok-Djarot, yang diperoleh di Kelapa Gading. Sedangkan suara Ahok-Djarot mencapai setengah dari 61% suara tertinggi Anies-Sandi di Mampang Prapatan.
Menurut Hafidz, karakter dan latar belakang masing-masing paslon diikuti oleh angka pemilihan di masing-masing daerah. Karakter pemilih dan visi-misi paslon juga menjadi faktor penentu kemenangan di basis wilayah masing-masing.
"Perbedaan perolehan suara ini menunjukkan karakter pemilih, latar belakang, perilaku pemilih yang tecermin di wilayah kemenangan masing-masing paslon. Visi, misi, dan program yang diajukan paslon juga turut mempengaruhi basis wilayah kemenangan masing-masing," ujar Hafidz. (nth/elz)











































