Baca juga: Polisi Tetapkan 3 Tersangka dalam Kasus Pembunuhan Orangutan
"Sebenarnya dia tak punya naluri untuk menyerang manusia. Dia (orangutan) akan menghindar," kata peneliti LIPI Hari Sutrisno saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (18/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Orangutan biasa hidup dalam kelompok kecil, termasuk ketika mencari makan. Tetapi kebakaran hutan yang pernah terjadi membuat kelompok orangutan terpecah-pecah. Tak jarang dari mereka yang terpisah dan mencari makan sendiri.
Orangutan hidup di atas pohon. (Ari Saputra/detikcom) |
Kebakaran hutan yang disengaja untuk membuka lahan juga menjadi penyebab orangutan sering masuk ke permukiman dan perkebunan manusia. Adalah sebuah naluri makhluk hidup untuk mencari makan di tempat lain ketika habitatnya dirusak.
Namun tak jarang orangutan justru dianggap sebagai hama ketika masuk ke perkebunan. Tetapi seharusnya hal ini tak menjadi alasan untuk membunuh orangutan dan memakannya.
Orangutan makan buah-buahan. (Ari Saputra/detikcom) |
"Namanya orangutan kan perlu makan. Dia kan habitat di atas pohon, begitu pohon untuk sarang, buah, makanan hijau nggak ada, jadi pasti jadi konflik di perkebunan," imbuh Hari.
Populasi orangutan terus berkurang akibat ulah manusia. Saat ini tercatat populasinya tinggal 45.000-60.000 dan termasuk satwa yang dilindungi.
(bag/try)












































Orangutan hidup di atas pohon. (Ari Saputra/detikcom)
Orangutan makan buah-buahan. (Ari Saputra/detikcom)