Orangutan Tak Menyerang Manusia, Mengapa Ada yang Tega Membunuh?

Orangutan Tak Menyerang Manusia, Mengapa Ada yang Tega Membunuh?

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Sabtu, 18 Feb 2017 14:45 WIB
Orangutan Tak Menyerang Manusia, Mengapa Ada yang Tega Membunuh?
Foto: Istimewa
Jakarta - Peristiwa memilukan terjadi di Kapuas, Kalimantan Tengah, ketika seekor orangutan dibunuh dan dimakan oleh sekelompok orang. Padahal orangutan tak mungkin menyerang manusia terlebih dahulu, lalu mengapa dibunuh?

Baca juga: Polisi Tetapkan 3 Tersangka dalam Kasus Pembunuhan Orangutan

"Sebenarnya dia tak punya naluri untuk menyerang manusia. Dia (orangutan) akan menghindar," kata peneliti LIPI Hari Sutrisno saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (18/2/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Orangutan tak akan menyerang manusia terlebih dahulu apabila tidak diserang. Tetapi, jika diusik dan mereka anggap sebagai serangan, orangutan juga akan membela diri.

Orangutan biasa hidup dalam kelompok kecil, termasuk ketika mencari makan. Tetapi kebakaran hutan yang pernah terjadi membuat kelompok orangutan terpecah-pecah. Tak jarang dari mereka yang terpisah dan mencari makan sendiri.
Orangutan hidup di atas pohon. Foto: Ari Saputra/detikcomOrangutan hidup di atas pohon. (Ari Saputra/detikcom)

Kebakaran hutan yang disengaja untuk membuka lahan juga menjadi penyebab orangutan sering masuk ke permukiman dan perkebunan manusia. Adalah sebuah naluri makhluk hidup untuk mencari makan di tempat lain ketika habitatnya dirusak.

Namun tak jarang orangutan justru dianggap sebagai hama ketika masuk ke perkebunan. Tetapi seharusnya hal ini tak menjadi alasan untuk membunuh orangutan dan memakannya.
Orangutan makan buah-buahan.Orangutan makan buah-buahan. (Ari Saputra/detikcom)

"Namanya orangutan kan perlu makan. Dia kan habitat di atas pohon, begitu pohon untuk sarang, buah, makanan hijau nggak ada, jadi pasti jadi konflik di perkebunan," imbuh Hari.

Populasi orangutan terus berkurang akibat ulah manusia. Saat ini tercatat populasinya tinggal 45.000-60.000 dan termasuk satwa yang dilindungi.



(bag/try)


Berita Terkait