"Kalau hujan tiap hari sebenarnya tidak banjir. Cuma kalau ada kiriman dari Bogor baru banjir," kata salah seorang warga Bukit Duri RT 03 RW 12 bernama Maeng saat ditemui di lokasi, Sabtu (18/2/2017).
Maeng mengatakan kondisi ini kembali dialami pada Rabu (15/2) lalu. Ketika air kiriman dari Katulampa datang, rumahnya terendam habis oleh banjir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada sekitar 20 rumah warga yang kena. Semuanya masuk lumpur. Bukan cuma warga belakang ini yang rumahnya di pinggir kali yang kena dampak banjir. Jalan mobil juga sampai banjir," ujar Maeng.
"Yang ada tingkatnya tinggal di tingkat, tinggal di tingkat. Kalau nggak ada tingkat, ngungsi ke rumah tetangga. Rumah saya juga kelelep," sambungnya.
Di daerah tersebut tidak hanya ada rumah, tapi juga ada musala dan tempat mandi-cuci-kakus (MCK), yang turut terendam banjir. Dan kini lumpur yang terbawa banjir tengah dibersihkan oleh warga.
Sebagaimana diketahui, sekolah terbaik di Jakarta, SMAN 8 Jakarta, pun menjadi langganan banjir. Kegiatan belajar-mengajar sempat lumpuh karena tinggi air mencapai perut orang dewasa.
Maeng berharap banjir ini dapat diatasi, misalnya dengan membangun turap di sisi Kali Ciliwung, sehingga air tidak meluap kembali. Ia mengatakan perhatian dari aparat pemerintah masih kurang.
"Sampai hari ini lurah atau camat belum ada yang datang," katanya.
Di lokasi yang sama juga ada warga bernama Kartika yang memiliki toko las di pinggir Jalan Bukit Duri Utara, Jaksel. Meski berlokasi lebih tinggi dibanding rumah di bantaran kali, ia mengaku tokonya juga terendam banjir pada Rabu (15/2) lalu.
"Di sini juga kena, setinggi satu meter. Sampai satu hari baru surut. Sudah nggak ada yang bisa ke sini. Kalau hujan deres di sini memang nggak banjir. Saya nggak nyangka pas pemilu banget kemarin Rabu itu sampe jalanan airnya," ujarnya.
Kartika pernah mendengar wacana akan dibangunnya turap di sisi Kali Ciliwung di daerah Bukit Duri. Namun ia belum mengetahui kapan akan direalisasikan.
"Menurut saya perlu juga diturap. Seperti di Kampung Pulo itu ada turap kan enak tuh, banjirnya berkurang. Paling dari gorong-gorong. Kan ada pompa juga. Selain itu, juga jadi bersih. Kalau yang saya tahu, sudah ada rencana dibangun turap cuma belum tahu kapan," tuturnya. (jbr/fdn)











































