Asria mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan menjual kencur, kunyit, dan jahe ke pasar-pasar atau penduduk sekitar Serang. Bahunya selalu memikul bambu yang diikatkan dengan karung yang berisi rempah-rempah itu.
"Jualan ke kampung-kampung. Mikul sendiri ke pasar-pasar," kata Asria kepada wartawan di Ranca Sumur, Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Sabtu (18/2/2017).
Foto: Bachtiar Rivai/detikcom |
Sejak pagi, ia sudah pergi dari rumahnya di Kampung Ranca Sumur untuk mengais rezeki. Barang-barang jualan ia pikul menggunakan karung berisi bungkusan-bungkusan kencur, kunir, maupun jahe.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau beli dari sini juga banyak. Warga punya cikur (kencur, red) dibeli sama saya. Kadang kalau banyak dapat satu ton. Dibungkus sendiri, dijual Rp 10 ribu tiga bungkus," ujarnya.
Sampai saat ini, menurut Asria, keluarga masih meyakini anaknya, Siti Aisyah, tidak bersalah. Ia meminta Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla membantu proses hukum yang dialami anaknya di Malaysia.
"Bapak Presiden supaya bantu saya," ujarnya meminta bantuan kepada pemerintah.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri telah memastikan akan memberi bantuan hukum kepada Aisyah meski bukan berstatus sebagai TKI. Kini Kemlu masih menelusuri kasusnya.
Baca juga: TKI atau Bukan, Kemlu akan Tetap Bantu Siti Aisyah
"Saat ini masih dalam investigasi. Yang bersangkutan dituduh melakukan pembunuhan," kata juru bicara Kemlu Arrmanatha Nasir dalam keterangannya kepada detikcom, Jumat (17/2) malam.
(bag/fdn)












































Foto: Bachtiar Rivai/detikcom