DetikNews
Sabtu 18 Februari 2017, 12:41 WIB

Relawan Ahok akan Bawa Aduan Warga soal Kecurangan ke Bawaslu

Dewi Irmasari - detikNews
Relawan Ahok akan Bawa Aduan Warga soal Kecurangan ke Bawaslu Warga mengadu ke posko Rumah Borobudur, Sabtu (18/2). (Dewi Irmasari/detikcom)
Jakarta - Relawan pasangan Basuki T Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat membuka posko pengaduan terkait dengan kecurangan-kecurangan saat pencoblosan. Anggota tim hukum dan advokasi Badja (Basuki-Djarot), Martin Pasaribu, menyebut akan membawa aduan masyarakat itu ke Bawaslu DKI.

Jumlah laporan yang diterima relawan Ahok-Djarot sejak dibukanya posko pengaduan sejak 16 Februari lalu hingga hari ini setidaknya sudah mencapai 1.600. Jumlah tersebut belum termasuk laporan dari posko partai pengusung yang juga membuka pengaduan.

"Kita di sini sudah sekitar 1.600 dari 16 Februari 2017. Ini kan dari beberapa partai pendukung juga buat laporan pengaduan juga," ungkap Martin di Rumah Borobudur, yang menjadi lokasi posko pengaduan relawan, Jalan Borobudur Nomor 18, Pegangsaan, Jakarta Pusat, Sabtu (18/2/2017).

Posko pengaduan relawan Ahok-Djarot hari ini akan ditutup. Menurut Martin, pihaknya akan membawa aduan yang mereka terima ke Bawaslu DKI.



"Langkah selanjutnya kita buat laporan ke Bawaslu. Bahwa ada pelanggaran-pelanggaran apabila dengan sengaja penyelenggara menghilangkan hak pilih seseorang itu pidana," terang dia.

Hingga saat ini warga masih banyak yang datang untuk menyampaikan aduan. Mayoritas dari mereka melaporkan tidak bisa mencoblos di hari pemilihan pada 15 Februari lalu.

Relawan Ahok akan Bawa Aduan Warga Soal Kecurangan ke BawasluFoto: Dewi Irmasari/detikcom
Salah satunya Lukman Yusuf, yang tidak bisa mencoblos karena tidak memiliki surat keterangan (suket). Warga Jembatan Lima, Jakarta Barat, itu sudah berusaha mengurus suket, namun tetap tidak bisa mendapatkannya.

"RT yang datang ke rumah saya, dia tidak menjelaskan tidak ada surat keterangan ketika saya nggak punya e-KTP, dia diemin," jelas Lukman setelah menyampaikan aduannya di Rumah Borobudur.

"Saya orang kantoran, banyak ke luar kota, sibuk. Jadi saya nggak punya surat keterangan waktu itu, akhirnya saya nggak bisa nusuk (memilih)," lanjutnya.

Lukman pun bersedia menjadi saksi pihak Ahok-Djarot di Bawaslu DKI. Ia akan melaporkan pengalamannya yang dianggap sebagai bentuk kecurangan dalam Pilgub DKI.

"Kita bisa sama-sama datang ke Sunter (Bawaslu DKI) untuk kita sebagai saksi bahwa kecurangan-kecurangan ini terjadi benar-benar," tutup Lukman.
(elz/bpn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed