"Sebenarnya bukan dalam posisi ingin-tidak ingin, ya menurut saya elok kalau dua bapak bangsa ini bertemu," kata Roy dalam diskusi di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (18/2/2017).
Roy juga menyebut istilah 'gething nyanding' yang menurutnya merupakan falsafah Jawa. Istilah itu artinya kurang-lebih semakin seseorang tak suka dengan seseorang lainnya, justru sering bertemu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengamat politik LIPI Siti Zuhro sepakat dengan analogi tersebut. Dia juga menambahkan, dalam agama Islam pun diajarkan untuk tak terlalu membenci seseorang.
"Karena ideologi politik kita itu hawanya kepentingan, jadi tidak ada lawan-kawan abadi, yang ada kepentingan abadi. Ini yang tidak bisa dibaca dengan bagus oleh semua pihak," kata Siti.
(bag/fdn)











































