Data real count dari website KPU yang diakses detikcom, Sabtu (18/2/2017), sudah selesai 100 persen dengan total 13.023 TPS. Posisi pertama ditempati oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat dengan perolehan suara 42,91 persen atau 2.357.587 suara.
Hasil Hitung TPS (Form C1) Provinsi DKI Jakarta Foto: Dok. KPU DKI Jakarta |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ini Perolehan Kursi Partai Politik di DPRD DKI
Jika melihat kekuatan parpol pengusungnya, Ahok-Djarot mendapat dukungan 2.171.187 suara. Sementara itu, Ahok-Djarot berhasil meraih 2.357.587 suara atau lebih banyak 186.400 suara. Namun pasangan ini juga mendapat dukungan dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang belum memiliki kursi di DPRD DKI.
Pasangan nomor urut 3 Anies-Sandi didukung oleh dua parpol, yaitu Gerindra dan PKS. Jika dihitung kekuatannya di DKI Jakarta, Gerindra mendapat 15 kursi atau 592.568 suara dan PKS mendapat 11 kursi atau 424.400 suara.
Jika dijumlahkan, Anies-Sandi mendapatkan dukungan sebesar 1.016.968 suara sesuai dengan perolehan suara dalam Pileg 2014. Dalam real count KPU, pasangan ini mendapat 2.200.636 suara atau lebih banyak 1.183.668 suara.
Pasangan pasangan nomor urut 1 Agus-Sylvi didukung oleh empat parpol, yaitu Demokrat dengan 10 kursi atau 360.929 suara, PPP dengan 10 kursi atau 452.224 suara, PKB dengan 6 kursi atau 260.159 suara, dan PAN dengan 2 kursi atau 172.784 suara.
Jika dihitung, kekuatan suara Agus-Sylvi di DKI adalah 1.246.096 suara berdasarkan perolehan kursi di DPRD DKI. Sedangkan dalam real count KPU di Pilgub DKI, Agus-Sylvi mendapat 936.609 suara atau selisih 309.487 suara.
Namun angka-angka di atas belum mencakup relawan dan kelompok lain yang berafiliasi dengan pasangan calon tertentu. Tapi, jika hanya melihat dari kekuatan partai politik, terlihat jelas ada selisih lebih atau kurang dengan perolehan akhir setelah pencoblosan. (ams/bag)












































Hasil Hitung TPS (Form C1) Provinsi DKI Jakarta Foto: Dok. KPU DKI Jakarta