"Demokrat tidak akan nonblok. Dia pasti akan gerak ke salah satu. Mereka tidak mau zero sum game," ungkap Gun Gun saat berbincang dengan detikcom, Jumat (17/2/2017).
Gun Gun menyebut perjalanan Demokrat di putaran pertama sudah cukup jauh dalam upaya pemenangan pasangan yang mereka usung, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, meski akhirnya tersingkir. Dukungan dari kubu Agus-Sylvi memang tengah dinanti oleh dua pasangan yang melaju ke putaran kedua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal dukungan yang diperebutkan ini, dia menilai perlu ada pertimbangan dari perspektif grass root. Meski perebutan dukungan dari elite penting, kata Gun Gun, konstituen partai belum tentu memiliki arah yang sama.
"Itu kan perspektif elite. Tapi jangan lupa ada perspektif grass root. Kemarin pemilih nomor 1 (Agus-Sylvi) dan nomor 3 (Anies-Sandi) beririsan, harusnya pasangan no 3 bisa ambil tren positif dari situ karena mereka memiliki kesamaan karakteristik," ujarnya.
Empat partai pendukung Agus-Sylvi, yakni Demokrat, PAN, PKB, dan PPP, hingga saat ini belum menentukan sikap terkait koalisi di putaran kedua Pilgub DKI. Mereka dinilai baru akan mengambil sikap menjelang pencoblosan kedua dilakukan pada April nanti.
"Saya melihat empat partai pendukung AHY itu tidak akan mengambil posisi dalam satu atau dua hari ini. Ada 2 step yang akan terjadi menjelang hari-H itu," kata Gun Gun.
"Pertama prakondisi, konkretnya komunikasi politik antar-pasangan calon dengan basis pendukung AHY. Kedua fase peneguhan, konkretnya koalisi baru. Parpol secara eksplisit di pertengahan atau akhir Maret kemungkinannya," imbuhnya.
Partai politik pengusung Agus-Sylvi disebut memiliki dua hal yang dipertimbangkan sebelum memutuskan. Jangka pendeknya adalah kemenangan di DKI, lalu kedua adalah soal Pilpres 2019 atau terkait dengan akses kekuasaan yang akan datang.
Perebutan ini dinilai akan menarik. Mengingat tiga partai pengusung Agus-Sylvi merupakan pendukung pemerintah Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla. Mereka bersama PDIP bersama-sama duduk di pemerintahan. Peta ini akan menarik mengingat Ahok-Djarot juga diusung oleh sisa koalisi pendukung pemerintah.
"Kalau perebutan dukungan PAN, PPP, dan PKB itu akan menarik. Ini soal kelompok di luar dan di dalam pemerintahan. Akan ada upaya mempersuasi lewat kongsi politik itu," sebut Gun Gun.
"Selain dukungan massa di akar rumput (di Pilgub DKI), yang akan gerak adalah elite politik, khususnya yang pendukung pemerintah," tandasnya. (elz/imk)











































