DetikNews
Jumat 17 Feb 2017, 17:45 WIB

Tiga Ruas Jalan di Pusat Kota Semarang Diberlakukan Satu Arah

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Tiga Ruas Jalan di Pusat Kota Semarang Diberlakukan Satu Arah Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Sejumlah ruas jalan protokol di Kota Semarang kembali diberlakukan searah. Kali ini, ada Jalan Pemuda, Imam Bonjol, dan Pierre Tendean di pusat kota dekat dengan Tugu Muda, Semarang.

Jalan Pemuda yang diberlakukan satu arah adalah dari Mal Paragon Semarang menuju Tugu Muda melintasi Balai Kota Semarang. Kemudian Jalan Imam Bonjol dari Tugu Muda melintasi kampus Udinus Semarang hingga perempatan Pierre Tendean. Sedangkan Jalan Pierre Tendean diberlakukan satu arah menuju bundaran Jalan Pemuda.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan pemberlakuan jalur searah tersebut diharapkan bisa mengurai kemacetan kendaraan di jalan-jalan protokol. Namun ia mengakui, pada awal pemberlakuan jalan searah, akan ada pengguna jalan yang bingung meski rambu sudah dipasang jelas.

"Beberapa hari pertama masyarakat bingung dengan rute baru. Diharapkan ini bisa mengurangi kemacetan," kata Hendrar kepada detikcom, Jumat (17/2/2017).

Dengan pemberlakuan jalur searah tersebut, jika ingin menuju Balai Kota Semarang dari Bundaran Tugu Muda, lebih dulu melintasi Jalan Imam Bonjol, kemudian Jalan Pierre Tendean, sampai tembus ke Jalan Pemuda. Rute Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang yang melintas di Jalan Pemuda juga berubah sesuai dengan jalur tersebut. Selain itu, shelter BRT di Jalan Pemuda akan disesuaikan atau dihilangkan, terutama yang berada di depan SMAN 5 Semarang.

"Rute BRT juga berubah, karena sekarang diubah searah, BRT lewat Imam Bonjol. (Shelter BRT) nanti disesuaikan, dihilangkan," terang Wali Kota yang akrab disapa Hendi itu.

Sejak awal bulan Januari 2017, sejumlah ruas jalan utama diberlakukan searah, yaitu Jalan MT Haryono, Taman Menteri Supeno, Jalan Veteran, Jalan Kariadi, Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Gajah Mada, Jalan Thamrin, Jalan Pemuda, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan Pierre Tendean.

Hendi menjelaskan, evaluasi selalu dilakukan setelah pemberlakuan jalan searah, termasuk timing pergantian lampu pengatur lalu lintas. Hendi juga menyayangkan sejumlah pengguna jalan menggunakan dua sisi jalan searah untuk parkir sehingga jalur tetap sempit.

"Evaluasi saat ini banyak ruas jalan yang dipakai parkir, jadi sama saja sempit. Kemudian timer traffic light masih mengganggu proses kelancaran di persimpangan," tandasnya.
(alg/ega)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed