"Faktanya, kita sudah punya data mengenai perlintasan dia dari 2014 sampai 2017. Dia sudah ke beberapa negara dan dia bukan cuma sekali ke Malaysia," ujar Kepala Humas Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM Agung Sampurno kepada detikcom, Jumat (17/2/2017).
Agung mengatakan Aisyah, yang diduga terlibat pembunuhan kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un, Kim Jong-Nam, kerap melakukan perjalanan dengan rute Indonesia-Malaysia dan sebaliknya sejak 2014 hingga 2 Februari 2017.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ke Malaysia sudah sangat sering dari 2014 sampai terakhir kemarin 2 Februari 2017. Tur perlintasan dia Malaysia-Indonesia itu sangat banyak, termasuk pernah mengunjungi negara lain selain Malaysia," Agung menekankan.
Siti Aisyah ditangkap kepolisian Malaysia pada Kamis (16/2) dini hari, sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Sebelum menangkap Siti Aisyah, polisi Malaysia terlebih dahulu menangkap seorang pria Malaysia yang disebut sebagai kekasih WNI asal Serang itu. Pria bernama Muhammad Farid Jalaluddin itu memberikan informasi kepada polisi soal keberadaan Siti Aisyah. Kepolisian Malaysia memastikan status Farid bukan tersangka dalam kasus ini. (rvk/fjp)











































