Kalla Anggap Wajar Adanya "Surat Sakti" dari Kantor Wapres

Kalla Anggap Wajar Adanya "Surat Sakti" dari Kantor Wapres

- detikNews
Jumat, 15 Apr 2005 17:36 WIB
Jakarta - Wakil Presiden M Jusuf Kalla menilai wajar mengenai adanya "surat sakti" dari kantor Wapres yang berisi usulan nama-nama untuk dicalonkan menjadi pejabat eselon satu. "Tentu banyak sekali di kantor saya, di mana-mana hal seperti itu. Termasuk tentu teman-teman yang dulu bersama-sama bekerja bersama-sama. Itu wajar-wajar saja, dalam begitu. Tetapi kan tergantung profesionalisme," kata Wakil Presiden M Jusuf Kalla saat jumpa pers di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (15/4/2005).Pernyataan Jusuf Kalla menanggapi beredarnya "surat sakti" dari kantor Sekretariat Wakil Presiden ke Menteri PU yang isinya usulan nama-nama untuk ditempatkan sebagai pejabat eselon satu, duta besar dan menjadi direksi BUMN. Kalla berpendapat bahwa siapa saja yang mempunyai potensi profesi tingkat nasional sah-sah saja mencalonkan diri menjadi pejabat eselon satu dan sebagainya, asal sudah melalui fit and proper test.Namun Wakil Presiden membantah jika ada tuduhan usulan nama-nama tersebut karena ada tekanan politik dari pihak tertentu. "Nggak, karena kita punya aturan profesionalisme. Fit and proper test hanya suatu cara mencari nama-nama yang mempunyai kemungkinan bisa masuk," tambahnya. Mengenai adanya "surat sakti" yang beredar di kalangan wartawan, Wapres membantah hal tersebut. "Gak lagi , saya sudah minta dibatalkan , semua gak lagi sejak 3 bulan lalu. Jadi kalau diusulkan juga boleh-boleh juga," katanya.Sebelumnya diketahui, beredar surat terkait dengan rencana pergantian pejabat eselon I di sejumlah kementerian dan BUMN. Surat tersebut tertanggal 3 Desember 2004 ditandatangani oleh Alwi Hamu, salah seorang staff khusus Wapres. (jon/)


Berita Terkait