Akiong menceritakan pertemuan Siti dengan anaknya bermula ketika Siti mendatangi rumahnya di Gang I/16 Jl Angke Indah, Tambora, Jakbar, bermaksud melamar pekerjaan.
Di rumah tersebut, Akiong membuka konfeksi. Dia membuat baju-baju wanita untuk dipasarkan ke pedagang-pedagang di kawasan Jelambar, Jakarta Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akiong saat itu langsung menerima Siti dan beberapa saudaranya dari Serang, Banten. Mereka diberi tahu cara kerja dan upahnya yang dibayarkan seminggu sekali.
"Saya tidak minta ijazah apa-apa, kayak pegawai kantoran saja minta begituan. Dia cocok dengan cara kerja dan upahnya, ya sudah saya terima," imbuh Akiong.
Dipersunting Anak Akiong
Akiong adalah warga asal Kalimantan keturunan Tionghoa. Dia memiliki enam anak. Anak keduanya adalah Gunawan Hasyim atau Ajun (31).
Setelah beberapa bulan bekerja di rumah ayahnya, Ajun diam-diam menaruh perasaan cinta kepada Siti. Akiong menggambarkan Siti berkulit bersih ketika itu.
"Ya mungkin anak saya kecantollah sama dia (Siti), terus mereka nikah," ujar Akiong.
Saat Ajun mengutarakan niatnya untuk menikahi Siti, Akiong tidak melarangnya. Akiong juga tidak mempermasalahkan perbedaan suku dan agama di antara keduanya.
"Saya nggak mandang dia suku apa, agama apa. Anak saya mau sama dia, ya sudah menikah saja," imbuhnya.
Akiong tidak ingat persis kapan Ajun dan Siti menikah. Yang pasti, pernikahan dilangsungkan di kota kelahiran Siti di Serang, Banten.
"Waktu itu pegawai-pegawai saya ikut juga ngantar ke Serang nikahan mereka itu," sambungnya.
Pernikahan Siti dan Ajun membuahkan seorang putra yang diberi nama Rio Hasyim. Rio lahir pada 22 April 2009.
Bekerja di Malaysia
Beberapa bulan setelah kelahiran Rio, Siti dan Ajun kemudian berangkat ke Malaysia untuk mencari pekerjaan. Akiong tidak tahu persis di mana mereka berdua tinggal dan bekerja selama di negeri jiran itu.
"Saya nggak tahu di mananya. Kalau anak saya kerja di restoran, kalau si Neng katanya jaga toko di Malaysia-nya," lanjut Akiong.
Akiong meminta Ajun dan Siti bekerja di Malaysia karena kondisi usaha konfeksinya yang sudah mulai melemah. "Saya bilang kalian berdua kerja di Malaysia, nanti setelah dapat uang kumpulin buat usaha di sini," terangnya.
Beberapa tahun setelah bekerja di Malaysia, Ajun pulang namun tanpa Siti. Rumah tangga keduanya mengalami perpecahan saat di Malaysia.
"Saya nggak tahu kenapa cerai. Mungkin anak saya cemburu. Tapi setelah cerai, bapaknya Siti masih pengen mereka rujuk," cetusnya.
Mereka kemudian bercerai pada 2012, setelah keduanya membuat pernyataan di atas selembar kertas bermeterai Rp 6.000. Beberapa bulan setelah perceraian tersebut, Ajun menikah lagi dengan janda beranak dua asal Dumai, Riau.
"Sekarang anak saya di Dumai sama istrinya. Sekarang si Neng sudah nggak ada hubungan lagi dengan anak saya. Paling ke sini nengokin anaknya paling tidak setahun sekali. Terakhir ke sini waktu Imlek, tidur semalam di sini sama anaknya," ucap Akiong.
Halaman 2 dari 3











































