Kejagung Periksa 3 Auditor Bank Mandiri & Direktur PT LMK

Kejagung Periksa 3 Auditor Bank Mandiri & Direktur PT LMK

- detikNews
Jumat, 15 Apr 2005 17:22 WIB
Jakarta - Kejaksaan Agung kembali melanjutkan penyelidikan kasus kredit macet di Bank Mandiri senilai Rp 1 triliun lebih. Yang diperiksa hari Jumat (15/4/2005) ini adalah tiga orang auditor Bank Mandiri dan sorang direktur keuangan PT Lativi Media Karya (LMK).Sebenarnya rencananya hari in Kejagung juga akan memeriksa dua orang mantan direksi Bank Mandiri. Namun pemeriksaan ditunda karena keduanya memiliki kepentingan yang lain, salah seorang di antaranya ke luar negeri.Menurut Kapuspenkum Kejagung Soehandoyo, yang diperiksa hari ini adalah tiga orang auditor Bank Mandiri untuk kasus PT SZP, yakni WW, MRD, dan FE. Sedang inisial direktur keuangan PT LMK, Soehandoyo tidak menyebutkannya."Materi pemeriksaan masih menyangkut prosedur kredit dan wewenang yang memutuskan dalam pemberian kredit," kata Soehandoyo kepada wartawan di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta, Jumat (15/4/2005). Kapan Abdul Latief, pemilik stasiun televisi swasta Lativi, diperiksa?"Kalau para saksi memberi keterangan bahwa yang bersangkutan terkait dengan kasus ini, pasti akan dipanggil," jawab Soehandoyo.Ditambahkan Soehandoyo, Jampidsus Sudhoyono Iswahyudi telah memberi petunjuk kepada tim yang menangani kasus kredit Bank Mandiri agar penanganan keempat perusahaan yang kreditnya macet, yaitu PT LMK, PT CGM, PT ATB/ATB, dan PT SZP, agar diintensifkan.Jampidus jugamemerintahkan kepada penyidik agar melakukan penyitaan dokumen kredit serta inventarisasi semua aset perusahaan yang terkait dengan kasus kredit macet.Kapan Abdul Latief, pemilik stasiun televisi swasta Lativi, diperiksa?"Kalau para saksi memberi keterangan bahwa yang bersangkutan terkait dengan kasus ini, pasti akan dipanggil," jawab Soehandoyo.Sebelumnya Kejagung telah memeriksa empat direksi Bank Mandiri, yaitu MST, WAN, KL, dan OSA. Sementara tentang pemeriksaan Dirut Bank Mandiri, ECW Nellu masih dijadwalkan. (gtp/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini