Bocah 8 Tahun di Mataram Tewas Dibacok Ayah Kandung

Bocah 8 Tahun di Mataram Tewas Dibacok Ayah Kandung

Mei Amelia R - detikNews
Jumat, 17 Feb 2017 13:13 WIB
Bocah 8 Tahun di Mataram Tewas Dibacok Ayah Kandung
Foto: Dok. Istimewa
Mataram - Nasib nahas menimpa bocah Muhammad Albani. Pelajar Sekolah Dasar (SD) berusia 8 tahun tewas di tangan sang ayah, Ahmad Sulaimi (48).

Pembunuhan terjadi pada Jumat (16/2/2017) dini hari. Saat itu, korban sedang tidur di rumahnya di Karang Bagu, Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.

"Pada pukul 00.00 WITa, pelaku menebas leher korban dengan gunakan parang/pedang, pada saat korban tidur di ruang tamu hingga menyebabkan meninggal dunia," ujar Kapolsek Cakranegara Kompol Haris Dinzah kepada detikcom, Jumat (17/2/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak ada yang melihat persis saat Sulaimi membunuh anaknya. Kejadian baru diketahui ketika korban membangunkan ibunya, Masnah (38) yang sedang tidur.

"Korban memanggil ibunya yang sedang tidur, saat itu korban sudah dalam keadaan berlumuran darah dari leher sebelah kiri," imbuhnya.

Masnah kemudian memeriksa leher korban dan ternyata korban mengalami luka bacok. Masnah kemudian berteriak histeris hingga membuat tetangganya terbangun.

"Korban selanjutnya dibawa ke puskesmas Karang Taliwang oleh paman korban dan dilakukan pemeriksaan medis oleh pihak puskesmas," imbuhnya.

Lantaran lukanya cukup parah, pihak puskesmas merujuk korban ke Rumah Sakit Kota Mataram. Korban sempat diberikan perawatan di rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

Kakak korban, Maria Ulfah tidak tahu persis kejadian tersebut. Ia hanya mendengar adiknya itu sempat batuk-batuk, sebelum akhirnya mendengar teriakan ibunya.

"Setelah mendengar suara teriakan ibu kandungnya, kakak korban langsung terbangun dan menuju ruang tamu. Saat itu saksi melihat korban berlumuran darah dan ada parang di sebelah kasur tempat tidur korban," terangnya.

Sementara pelaku yang juga ayah korban, saat itu hanya terduduk di samping rumahnya. Sulaimi diamankan Polsek Cakranegara setelah warga melaporkan kejadian tersebut.

"Motifnya masih didalami. Keterangan sementara, pelaku mengaku melakukan perbuatannya karena kesal sama anaknya lantaran anaknya sering berkata kasar dan mengumpatnya," imbuh Haris.

Dari tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan sebilah parang, kain seprai dan sarung bantal berlumuran darah. Saat ini Sulaimi masih diperiksa di Mapolsek Cakranegara.

(mei/fdn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini