IPAM Kembali Digelar di Bali
Jumat, 15 Apr 2005 19:24 WIB
Jakarta - Untuk ketiga kalinya Indonesia Performing Art Mart (IPAM) digelar di Bali. Gelaran yang akan diadakan pada 6-10 Juni 2005 mendatang itu, sebagai salah upaya untuk menarik wisatawan asing berkunjung ke Bali atau lebih luasnya ke Indonesia.IPAM adalah sebagai bentuk program pemasaran seni pertunjukan Indonesia ke pasar internasional. Karena akan diundang, calon pembeli potensial seni pertunjukan Indonesia ke manca negara. IPAM juga sebagai meeting piont program yang mempertemukan presenter (art manager, promotors, agents, dan producer) dari berbagai penjuru dunia. Acara yang merupakan program resmi Departemen Kebudayaan dan Pariwisata ini, akan menggelar pelbagai kesenian, mulai dari tradisional maupun kontemporer dalam bentuk tari, musik, drama dan wayang.Ketua Panitia IPAM, Bram Kushardjanto dalam siaran persnya yang diterima detikcom di Jakarta, Kamis (14/4/2005) menyatakan, tidak sedikit hambatan yang ditemui untuk penyelenggaran pertunjukan budaya dan seni ini. "IPAM yang meskipun telah digelar selama 2 kali ini, bagi para seniman dan industriawan belum ada kesamaan pendapat. Donatur masih enggan mengucurkan dana untuk acara budaya seperti ini," katanya.Bram menyatakan, IPAM memang lahir dari keprihatinan dan ada satu pandangan sendiri untuk memberikan pandangan berbeda soal seni, dimana Indonesia memiliki keberagaman seni dan budaya. "IPAM harus dilihat sebagai bentuk keberanian diri Indonesia untuk menunjukan seninya, agar negara lain lebih tertarik," katanya.Dipastikan akan ada 20 kelompok seni pertunjukan Indonesia yang akan tampil di IPAM. Sementara partisipan internasional yang memastikan hadir sekitar 10 negara, yakni Australia, Amerika Serikat, Singapura, Kanada, Belanda, Italia, Afrika Selatan, Jepang dan Malaysia.
(mar/)











































