Windshear Penyebab Tergelincirnya Merpati di Makassar
Jumat, 15 Apr 2005 17:00 WIB
Jakarta - Tergelincirnya pesawat Merpati di Bandara Hasanuddin, Makassar, pada Kamis malam (14/4/2005) disebabkan karena windshear (perubahan arah dan kecepatan angin secara tiba-tiba).Demikian penjelasan GM Coorporate Merpati Nusantara Airlines Jaka Pujiyono dalam rilisnya yang diterima detikcom, Jumat (15/4/2005). "Gangguan pendaratan di Makassar karena terjadi hujan yang cukup lebat yang diikuti oleh windshear sehingga menghempaskan pesawat," kata Jaka.Pesawat naas yang tergelincir adalah Merpati MZ 749 rute Biak-Makasar-Surabaya-Jakarta. Pesawat itu bertipe Boeing 737-200 dengan register PK-MBQ.Jaka menuturkan, pilot pesawat yang membawa 57 penumpang (52 dewasa, 3 anak-anak, 2 bayi) dan 4 awak pesawat (1 Flight Officer/Co.Pilot dan 4 Flight Attendants) berhasil mengendalikan posisi pesawat saat kejadian sehingga pesawat dapat tetap mendarat di tengah landasan (tidak keluar runway). Dari kejadian tersebut, 10 penumpang mengalami shock atau luka-luka sehingga perlu dilakukan pengecekan ke rumah sakit. Saat ini tinggal 2 penumpang yang masih dirawat di rumah sakit. Penumpang yang bisa melanjutkan penerbangan ke Surabaya dan Jakarta sudah disiapkan pesawat untuk meneruskan perjalanan sampai ke tujuan.Pesawat sudah berhasil dievakuasi (dipindahkan) dari landasan sejak tengah malam tanggal 14 April 2005 sehingga tidak mengganggu penerbangan di Bandara Hasanuddin Makassar. Adapun operasional penerbangan Merpati saat ini (sejak 15 April 2005) juga sudah berjalan normal. Sedangkan penyebab gangguan pendaratan (incident) masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak-pihak yang berwenang (Departemen Perhubungan)."Manajemen Merpati sepenuhnya akan memberikan pelayanan secara optimal bagi penumpang yang mengalami ketidaknyamanan penerbangan MZ-749," kata Jaka. Pelayanan itu di antaranya menyediakan fasilitas recovery kesehatan (pengobatan) termasuk akomodasi bagi penumpang lanjutan ke Surabaya atau Jakarta, menyediakan tiket gratis pulang-pergi bagi anggota keluarga penumpang yang tidak berdomisili di Makassar (maksimum 2 orang) karena penumpang masih dirawat atau recovery di Makassar.Di samping itu diberikan pula hak penumpang yang berupa asuransi kecelakaan. Bagi setiap penumpang, Merpati akan memberikan ungkapan simpati manajemen atas ketidak-nyamanan penerbangan.Menurut Jaka, terkendalinya gangguan pendaratan tanpa menimbulkan dampak yang cukup berarti, tidak terlepas dari keterhandalan awak pesawat (pilot dan flight attendants) mengingat saat kejadian tersebut terjadi hujan yang lebat dan adanya windshear/I>.Untuk itu manajemen menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada awak pesawat, petugas bandara serta pihak terkait lainnya. "Adapun kepada seluruh penumpang beserta keluarga, Merpati menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidak-nyamanan layanan penerbangan Merpati serta terima kasih atas pengertiannya," demikian Jaka.
(nrl/)











































