GAM-RI Sepakat Bahas Pengaturan Ekonomi di NAD
Jumat, 15 Apr 2005 16:42 WIB
Jakarta -
Perundingan lanjutan RI dan GAM di Helsinki memasuki pembahasan substansi. RI dan GAM sepakat membahas pengaturan ekonomi di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).Hal ini disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (15/4/2005)."Pertama, perundingan Helsinki sudah masuk hari ketiga. Dari 6 hari yang direncanakan. Ini pembicaraan paling panjang karena sudah memasuki substansi yang akan mempunyai point of understanding. Jadi substansinya yang understanding disampaikan karena untuk dipelajari," kata Wapres."Ada 6 poin yang kemajuannya sudah semakin baik. Tentu permasalahannya yang pokok masuk ke dalam kerangka NKRI tidak bicara kemerdekaan lagi. Sekarang tidak bicara teknis apa yang dimaksud otsus (otonomi khusus) oleh kita dan self or government oleh GAM," lanjutnya.Wapres menilai perundingan RI dan GAM mengalami kemajuan."Kemajuannya baik, sama dengan perjanjian ekonomi. Jadi bukan kompensasi tetapi penyatu ekonomi ke depan untuk Aceh," ujar Wapres.Menurut dia, hal itu sebagian besar sudah dilaksanakan. "Jadi tinggal mengatur betul substansinya dan dibutuhkan rumusan-rumusan yang baik agar tidak terjadi penafsiran yang berbeda antara GAM dengan RI," demikian Wapres Jusuf Kalla.
(aan/)










































