Dari gambar yang tersebar, pada formulir C1 Plano, pasangan Agus-Sylvi mendapat 74 suara, sementara Ahok-Djarot memperoleh 61 suara dan Anies-Sandiaga 198 suara. Total ada 333 suara di TPS tersebut.
Formulir C1 Plano di TPS 36 Bukit Duri yang ramai dibahas. (Foto: dok. Istimewa) |
Rekapitulasi PPK di TPS 36 Bukit Duri yang ramai dibahas. (Foto: dok. Istimewa) |
Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno menjelaskan data rekapitulasi di tingkat PPK tersebut adalah berita bohong alias hoax. Sebab, rekapitulasi di tingkat PPK baru dilakukan pada hari ini.
"Itu hoax. Rekapitulasi PPK mulai tadi pagi. Rekap di PPK ada yang berlangsung jam 11. Ada yang berlangsung jam 1 siang. Belum dapat hasilnya. Hoax. Rekap belum berlangsung, tapi hasil sudah keluar. Itu hoax," jelas Sumarno di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (16/2/2017).
Formulir C1 yang diunggah di laman resmi KPU. (Foto: Dok. KPU RI) |
Dari data yang dikutip detikcom dari laman resmi KPU, untuk TPS 36 Kelurahan Bukit Duri, jumlah suara untuk Agus-Sylvi yakni 74 suara, Ahok-Djarot 64 suara, dan Anies-Sandiaga 198 suara.
Total ada 334 pemilih yang menggunakan haknya dengan tingkat partisipasi 73,2 persen. Jumlah suara sah 333 dan tidak sah 1 suara. (nkn/imk)












































Formulir C1 Plano di TPS 36 Bukit Duri yang ramai dibahas. (Foto: dok. Istimewa)
Rekapitulasi PPK di TPS 36 Bukit Duri yang ramai dibahas. (Foto: dok. Istimewa)
Formulir C1 yang diunggah di laman resmi KPU. (Foto: Dok. KPU RI)