Menang Pilkada 58%, Ketum Golkar: Hanya Kurang 2% dari Target

Menang Pilkada 58%, Ketum Golkar: Hanya Kurang 2% dari Target

Elza Astari Retaduari - detikNews
Kamis, 16 Feb 2017 19:21 WIB
Menang Pilkada 58%, Ketum Golkar: Hanya Kurang 2% dari Target
Setya Novanto (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Partai Golkar menyatakan memenangi 58 persen Pilkada Serentak 2017 untuk wilayah Jawa-Sumatera. Sang ketua umum, Setya Novanto, mengaku bersyukur meski pencapaian masih kurang dari target.

"Kita (menang) di 58 daerah. Saya bersyukur sekarang sudah mencapai 58 persen," ungkap Novanto di gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/2/2017).

Ketua DPR ini pun menyampaikan terima kasihnya kepada jajaran Partai Golkar atas upaya pemenangan pilkada serentak. Novanto juga mengucapkan terima kasih kepada pasangan kepala daerah usungan Golkar yang meraih sukses saat pencoblosan kemarin, Rabu (15/2).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Target tadinya di 60 persen, kurang 2, saya berterima kasihlah. Bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh bupati, wali kota, dan gubernur yang sudah menang," tuturnya.

Sebelumnya, Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Wilayah Indonesia I (Jawa dan Sumatera) Nusron Wahid mengatakan calon yang diusung partainya menang di 30 daerah dari total 52 daerah yang menggelar pilkada. Dengan kemenangan di 30 daerah, artinya keberhasilan Partai Golkar memenangi Pilkada Serentak 2017 di Jawa dan Sumatera mencapai 58 persen.

"Bahkan kemenangan masih berpeluang bertambah karena sampai sejauh ini juga masih ada potensi menang di Jepara, Jawa Tengah, dan Tulang Bawang, Lampung," ujar Nusron, Kamis (16/2).

Menurutnya, ada beberapa daerah yang di luar perhitungan ternyata dalam hitung cepat (quick count) kalah, yakni Aceh Tenggara, Singkil, Nagan Raya (Aceh), Pekanbaru, Muaro Jambi, dan Tulang Bawang.

"Tapi di luar itu, Golkar juga bisa memenangi daerah nonbasis, seperti di Batang, Banjarnegara, Pringsewu Lampung, Banda Aceh, Aceh Besar, Sabang, dan Bireuen," kata mantan Ketua GP Ansor itu. (elz/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads